Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga BBM di Singapura Tembus Rp58 Ribu per Liter, Sopir Taksi Kian Tertekan

Mistar.idSelasa, 17 Maret 2026 pukul 14.20 WIB
harga_bbm_di_singapura_tembus_rp58_ribu_per_liter_sopir_taksi_kian_tertekan

SPBU di Singapura. (foto: Strait Times/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura melonjak hingga melampaui rekor tertinggi sejak 2022. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia, yang dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip laporan The Straits Times, Selasa (17/3/2026), harga BBM RON 95 di SPBU Caltex naik 10 sen menjadi US$3,45 atau sekitar Rp58.305 per liter (kurs Rp16.900). Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar US$3,42 per liter yang terjadi pada Juni 2022.

Sementara itu, harga RON 95 di beberapa operator lain seperti Shell, Esso, dan Sinopec berada di kisaran US$3,40 (sekitar Rp57.460) per liter. Adapun harga termurah tercatat di SPC, yakni US$3,39 atau sekitar Rp57.291 per liter.

Tidak hanya RON 95, harga BBM jenis RON 92 dan RON 98 juga ikut naik dan bahkan melampaui rekor sebelumnya. Dalam beberapa kasus, operator SPBU dapat menaikkan harga lebih dari sekali dalam sehari.

Kenaikan ini berdampak langsung pada para pengemudi, terutama sopir taksi. Salah satu sopir mengaku penghasilannya semakin tertekan karena biaya bahan bakar yang terus meningkat.

Ia berharap ada bantuan untuk meringankan beban, terutama dalam hal biaya sewa kendaraan, mengingat BBM menjadi salah satu pengeluaran terbesar setiap hari.

Sebagai upaya membantu, ComfortDelGro (CDG), operator taksi terbesar di Singapura, sempat menawarkan BBM dengan harga lebih rendah. Pada 5 Maret 2026, harga BBM di CDG berada di US$1,93 per liter, namun naik menjadi US$2,31 per liter pada 11 Maret 2026.

Operator taksi lain, Strides Premier, juga menyediakan BBM dengan harga lebih terjangkau dibanding SPBU umum, serta memberikan kredit bahan bakar kepada para pengemudi.

Manajemen Strides Premier menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi beban operasional pengemudi dan menjaga keberlangsungan pendapatan mereka. Perusahaan juga akan terus memantau perkembangan harga BBM dan mempertimbangkan kebijakan tambahan jika diperlukan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN