Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Bahan Pokok di Pangururan Berfluktuasi, Cabai Merah Turun Rp10.000 per Kg

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 17.27 WIB
harga_bahan_pokok_di_pangururan_berfluktuasi_cabai_merah_turun_rp10000_per_kg

Aktivitas jual beli di Pasar Pangururan, Rabu (28/10/2026). (Foto: Pangihutan/MISTAR)

Samosir, MISTAR.ID – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, mengalami fluktuasi sepanjang Oktober 2026. Berdasarkan data pemantauan pada 7, 14, 21, dan 28 Oktober 2026, harga cabai merah keriting turun Rp10.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau naik Rp5.000 per kilogram dibandingkan harga pada awal periode pemantauan.

Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam broiler sebesar Rp6.000 per kilogram, dari Rp48.000 menjadi Rp42.000. Sementara itu, harga bawang putih turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp35.000 menjadi Rp33.000. Sebaliknya, tepung terigu protein rendah naik Rp1.000 per kilogram dan bawang merah lokal meningkat Rp2.000 per kilogram selama periode pemantauan.

Berdasarkan data tersebut, cabai merah keriting dijual Rp70.000 per kilogram pada 7 dan 14 Oktober. Harganya kemudian turun menjadi Rp60.000 pada 21 Oktober dan bertahan hingga 28 Oktober.

Sementara itu, cabai rawit hijau dijual Rp50.000 per kilogram pada 7 Oktober, turun menjadi Rp48.000 pada 14 Oktober, lalu naik menjadi Rp55.000 pada 21 Oktober dan bertahan hingga akhir periode pemantauan.

Harga tomat juga mengalami perubahan. Pada 7 dan 14 Oktober, tomat dijual Rp15.000 per kilogram. Harganya kemudian turun menjadi Rp13.000 pada 21 Oktober, sebelum kembali naik menjadi Rp15.000 pada 28 Oktober. Dengan demikian, harga tomat pada akhir periode pemantauan kembali ke posisi awal.

Untuk komoditas beras, harga beras premium bertahan di angka Rp16.200 per kilogram selama empat kali pemantauan. Sementara itu, beras medium turun dari Rp15.200 menjadi Rp15.100 per kilogram pada 21 Oktober dan bertahan hingga 28 Oktober.

Harga tepung terigu protein rendah naik dari Rp10.000 menjadi Rp11.000 per kilogram pada pemantauan terakhir. Adapun tepung terigu protein sedang tetap stabil di angka Rp15.000 per kilogram.

Perubahan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang putih dijual Rp35.000 per kilogram pada 7, 14, dan 21 Oktober, sebelum turun menjadi Rp33.000 pada 28 Oktober. Sebaliknya, bawang merah lokal naik dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram pada 21 Oktober dan bertahan hingga akhir periode. Adapun bawang merah impor stabil di angka Rp30.000 per kilogram.

Di luar komoditas tersebut, sejumlah bahan pokok tidak mengalami perubahan harga. Udang basah ukuran medium bertahan di angka Rp120.000 per kilogram, tempe Rp15.000, telur ayam ras Rp27.733, telur ayam kampung Rp60.000, tahu mentah Rp10.000, dan susu kental manis Rp13.000 per kilogram.

Harga susu bubuk merek Dancow tercatat Rp48.000 per kilogram, sedangkan susu bubuk balita SGM 1+ sebesar Rp45.000 per kilogram. Pisang barangan juga stabil di angka Rp12.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng premium bertahan di angka Rp23.000 per liter dan Minyakita Rp16.000 per liter selama periode pemantauan. Harga jeruk lokal ukuran medium tercatat Rp15.000 per kilogram, jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram, serta mi instan rasa kari ayam Rp3.500 per bungkus.

Sementara itu, harga kacang kedelai lokal, kacang kedelai eks impor, dan minyak goreng curah tidak tercantum dalam data pemantauan.

Pada kelompok ikan, harga ikan tongkol tercatat Rp45.000 per kilogram, ikan teri peto Rp90.000, ikan kembung Rp55.000, dan ikan dencis Rp40.000 per kilogram. Seluruh komoditas tersebut tidak mengalami perubahan harga selama pemantauan pada 7, 14, 21, dan 28 Oktober 2026.

Harga gula pasir juga bertahan di angka Rp20.000 per kilogram, garam beriodium halus Rp16.000, daging sapi murni Rp160.000, dan daging ayam kampung Rp90.000 per kilogram.

Secara keseluruhan, data pemantauan harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan menunjukkan pergerakan harga yang berbeda pada setiap komoditas. Penurunan terbesar tercatat pada cabai merah keriting, disusul daging ayam broiler. Sementara itu, kenaikan terjadi pada cabai rawit hijau, bawang merah lokal, dan tepung terigu protein rendah. Adapun harga tomat sempat turun sebelum kembali ke posisi awal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Samosir, Dermawan Sinaga, menyampaikan bahwa pemantauan harga bahan pokok merupakan salah satu upaya untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan masyarakat di pasar.

Menurutnya, data pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam melihat pergerakan harga dari waktu ke waktu, termasuk komoditas yang mengalami kenaikan, penurunan, maupun yang relatif stabil.

Dermawan menegaskan, perubahan harga komoditas perlu dicermati secara berkala agar pemerintah daerah memiliki gambaran mengenai kondisi perdagangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

“Pemantauan harga komoditas pangan tetap dilakukan secara berkala, supaya pedagang tidak menjual di atas HET,” ungkapnya.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN