Saturday, August 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Wartawan Dibatasi Dokumentasi, Akses Media di Festival Tao Toba Jou Jou Disorot

Mistar.idSabtu, 8 Agustus 2026 pukul 21.22 WIB
wartawan_dibatasi_dokumentasi_akses_media_di_festival_tao_toba_jou_jou_disorot

Samsir Sitanggang. (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Akses peliputan wartawan pada Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, menjadi sorotan setelah seorang wartawan dilarang mengambil dokumentasi dari area panggung, Sabtu (8/8/2026).

Kejadian tersebut kemudian mendapat perhatian dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Samosir yang meminta panitia menjelaskan secara terbuka mekanisme akses media dalam kegiatan tersebut.

Ketua SMSI Kabupaten Samosir, Tetty Marlina Naibaho, mengatakan apabila terdapat pembatasan akses terhadap area tertentu, termasuk panggung, aturan tersebut seharusnya disampaikan sejak awal kepada seluruh wartawan yang melakukan peliputan.

“Kalau memang ada ketentuan media harus terdaftar atau menggunakan badge, seharusnya mekanisme itu disampaikan secara terbuka dan sejak awal kepada seluruh wartawan yang datang meliput,” ujar Tetty.

Menurutnya, pembatasan akses dapat dipahami apabila berkaitan dengan keamanan atau keterbatasan kapasitas lokasi. Namun, aturan tersebut harus jelas dan diberlakukan secara adil kepada seluruh media.

“Kalau memang demi keamanan atau keterbatasan kapasitas panggung, tentu bisa dipahami. Tetapi harus ada aturan yang jelas dan diberlakukan secara adil kepada seluruh media,” katanya.

Sebelumnya, seorang wartawan bernama Samsir Sitanggang dilarang petugas keamanan naik ke panggung untuk mengambil dokumentasi Festival Tao Toba Jou-Jou 2026.

Saat itu, Samsir hendak mengambil foto dari area panggung. Namun, petugas keamanan bernama Irawan meminta dirinya tidak naik karena wartawan yang diperbolehkan mengambil dokumentasi dari atas panggung harus berasal dari media yang telah terdaftar dan menggunakan badge dari panitia.

“Yang meliput kegiatan harus resmi dan pakai badge dari panitia,” ujar Irawan.

Samsir kemudian mempertanyakan alasan pembatasan tersebut karena pada waktu bersamaan terdapat sejumlah orang yang diperbolehkan berada di atas panggung untuk mengambil dokumentasi.

Irawan menjelaskan bahwa pihak yang mendapat akses merupakan media yang telah masuk dalam daftar koordinasi panitia.

“Karena mereka sudah terdaftar di panitia,” katanya.

Samsir kemudian meminta klarifikasi kepada pihak yang disebut sebagai humas kegiatan dari Bank Indonesia (BI). Rani menyampaikan bahwa media yang bertugas meliput Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 telah dikoordinasikan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Samosir.

“Untuk media yang bertugas untuk meliput sudah satu dengan Kominfo Kabupaten Samosir,” kata Rani.

Namun, penjelasan tersebut belum merinci mekanisme pendaftaran media, kriteria wartawan yang memperoleh akses panggung, maupun dasar pembatasan terhadap wartawan yang tidak masuk dalam daftar koordinasi.

SMSI Samosir berharap pihak penyelenggara segera memberikan penjelasan mengenai mekanisme peliputan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara panitia dan wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, pihak terkait masih dikonfirmasi mengenai mekanisme penetapan media yang memperoleh akses ke panggung serta dasar pelarangan terhadap wartawan yang tidak tercantum dalam daftar tersebut. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN