Viral Drumband SMA Diponegoro Kisaran Berhenti di Depan Rumah Duka, Sikap Mayoret Tuai Pujian

Drumband SMA Diponegoro Kisaran viral saat melewati rumah duka di momen karnaval 17 Agustus. (Foto: Instagram @darwinnicolas24/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID - Aksi kelompok drumband SMA Diponegoro Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat mengikuti karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi perbincangan di media sosial.
Bukan karena atraksi atau penampilan musiknya, kelompok drumband tersebut justru menuai pujian setelah menunjukkan sikap empati ketika melintas di depan sebuah rumah duka di Kota Kisaran.
Momen itu terekam dalam video yang kemudian dibagikan melalui akun Instagram @darwinnicolas24. Dalam rekaman yang dilihat Mistar, Selasa (18/8/2026), rombongan drumband SMA Diponegoro Kisaran terlihat tengah memainkan musik dengan tempo meriah mengikuti suasana karnaval.
Namun, suasana berubah ketika rombongan tiba di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati yang saat itu menjadi lokasi rumah duka. Dalam unggahan tersebut, terlihat sang mayoret memberikan tanda kepada seluruh pemain untuk mengubah permainan mereka.
“Di awal kita bisa dengar tim marching band sedang memainkan musik dengan tempo yang meriah,” tulisnya dalam unggahan Instagram Story akun tersebut.
“Tapi, setelah sampai di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati, mayoret mengangkat tongkat tegak lurus dengan sempritan peluit panjang,” tambahnya.
Komando itu langsung direspons para pemain drumband. Tempo musik yang sebelumnya dimainkan dengan semangat mulai diturunkan.
“Seketika saat itu tempo ketukan musik turun menjadi 1-3 ketukan,” lanjutnya.
Dalam video, sang mayoret tampak sempat menoleh ke arah rumah duka. Setelah itu, ia kembali meniup peluit panjang sebagai aba-aba.
Para pemain kemudian serentak menghentikan permainan mereka saat melintas di depan rumah duka tersebut.
Aksi sederhana itu menjadi perhatian karena dilakukan di tengah kemeriahan karnaval HUT ke-81 RI yang berlangsung di Kota Kisaran. Sikap para pelajar tersebut mendapat apresiasi dari pihak keluarga yang tengah berduka.
Pengunggah video, Darwin, menyampaikan rasa salut atas tindakan mayoret dan seluruh anggota drumband yang memilih menghentikan musik sebagai bentuk penghormatan.
“Saya salut dengan tim marching band ini karena telah menghargai kami yang sedang berduka,” ujarnya.
“Terima kasih atas pengertiannya, semoga mayoret dan tim selalu dalam lindungan Tuhan di manapun kalian berada,” tutupnya. (hm25)

























