Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Setelah Enam Tahun Menanti, Jalan Gereja di Desa Patane 1 Toba Akhirnya Dibangun

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 14.11 WIB
setelah_enam_tahun_menanti_jalan_gereja_di_desa_patane_1_toba_akhirnya_dibangun

Jalan Gereja, Desa Patane 1, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. (foto:nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (19/8/2026) - Warga Desa Patane 1, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mengapresiasi pembangunan Jalan Gereja setelah penantian pembangunan selama enam tahun belakangan yang sempat mengganggu aktivitas warga, dan khususnya pelajar.

Salah seorang warga, Aldi, mengatakan gembira dan mengapresiasi pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), sehingga jalan tersebut nantinya tidak dikeluhkan warga, khususnya pelajar saat musim penghujan.

"Ternyata janji Bupati Toba, Effendi Napitupulu, ditepati setelah dirinya dilantik menjadi Bupati Kabupaten Toba di Februari 2025. Ia sempat berjanji dan terbit di MISTAR pada tanggal 4 Maret 2025 bahwa pembangunan menjadi atensi beliau, dan itu dibuktikan tahun ini," ucap Aldi, Rabu (19/8/2026).

Sementara, Kepala Dinas PUTR Toba, Gumianto Simangunsong, mengatakan sesungguhnya ini merupakan atensi dari Bupati sejak tahun lalu untuk dilakukan pembangunannya agar ada rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pelajar yang melintas.

"Pembangunan dapat kita realisasikan tahun ini, penyebabnya keterbatasan anggaran, dampak dari efisiensi anggaran dan untuk itu dilakukan pembangunan secara bertahap, mana yang paling prioritas. Kebetulan Jalan Gereja menjadi prioritas sebab digunakan untuk kepentingan warga dan khususnya pelajar," ujar Gumianto.

Kadis PUTR Toba mengimbau kepada seluruh masyarakat Toba untuk dapat bersabar menunggu antrean pembangunan di daerahnya, mengingat anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terbatas.

"Sesungguhnya dalam setahun seluruh pembangunan dapat dituntaskan jika anggaran memadai. Tetapi selain anggaran terbatas, ditambah efisiensi, pembangunan harus penuh seleksi, mana yang paling prioritas," tuturnya.

Sebelumnya, jalan di depan SD Negeri 174559 dan SMP Negeri 1 Porsea, Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mengalami kerusakan yang sudah berlangsung sekitar lima tahun.

Kondisi jalan berlubang rawan menelan korban dan belum kunjung mendapat perbaikan itu dikeluhkan oleh warga dan pelajar di salah satu sekolah seputaran jalan tersebut.

Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika hujan turun, jalan itu seperti kolam dan tinggal menabur benih ikan. Jalan yang rusak ada di tiga titik.

"Depan SMP, kedalaman kubangan hampir 20-30 sentimeter dengan panjang 7 meter dan lebar 5 meter. Bahkan tidak jarang orang tua saat mengantar anak sekolah, sepeda motor terjerembab," ujar warga.

Senada, Nehemia, salah satu siswa SMP Negeri I, mengatakan kondisi jalan berlubang menjadi serba salah bagi mereka saat memasuki lokasi sekolah, baik saat musim kemarau maupun musim penghujan.

"Jika hujan akan ada genangan air, tidak jarang kena cipratan air kubangan. Sedangkan saat kemarau, masalahnya abu yang beterbangan menyesakkan pernapasan," kata Nehem, Selasa (4/3/2025).

Warga dan pelajar berharap kepemimpinan Bupati yang baru mendengar dan memperhatikan kondisi jalan di depan sekolah SD dan SMP sehingga tidak mengganggu pengendara dan pelajar yang menimba ilmu pengetahuan.

Keluhan masyarakat itu mendapat respons dari Bupati Toba, Effendi Napitupulu. Ia berjanji akan memberikan atensi pembangunan jalan di depan sekolah SD dan SMP tersebut untuk kenyamanan masyarakat dan pelajar.

"Di tengah efisiensi anggaran saat ini, kita akan memberikan atensi untuk perbaikan jalan. Semoga saja dapat terealisasi," ujar Effendi. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN