Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Petani Gagal Panen, DPRD Batu Bara Minta Rp165,96 Miliar TKD Segera Dialokasikan

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 15.09 WIB
petani_gagal_panen_dprd_batu_bara_minta_rp16596_miliar_tkd_segera_dialokasikan

Ketua Fraksi Partai Gerinda, Muhammad Safi'i, saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota KUA/PPAS R-APBD Batu Bara Tahun Anggaran 2027, Selasa (18/8/2026). (Foto: Humas DPRD Batu Bara/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID – Tiga fraksi DPRD Batu Bara, Fraksi KPN, PAN, dan Partai Gerindra, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara segera mengalokasikan dana pengembalian Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp165,96 miliar untuk menangani dampak meluapnya Sungai Gambus di Kecamatan Lima Puluh Pesisir.

‎"Anggaran tersebut harus segera dialokasikan untuk rehabilitasi, rekonstruksi, mitigasi, pemulihan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana," kata Juru bicara Fraksi KPN, Suriadi saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota KUA/PPAS R-APBD Batu Bara Tahun Anggaran 2027, Selasa (18/8/2026).

‎Suriadi mengatakan, situasi masyarakat, khususnya para petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen, perlu segera mendapatkan perhatian dan bantuan.

‎"Terlebih di tengah situasi pascabencana, kami tegas menolak praktik pengendapan anggaran di kas umum daerah. Anggaran tersebut harus segera dirasakan masyarakat," tuturnya.

KPN juga meminta Pemkab Batu Bara secepatnya menanggulangi masalah bencana banjir.

‎"Kami ingin realisasi serapan anggaran harus tuntas dan selesai pelaksanaannya pada akhir 2026 tanpa ada SiLPA," ujarnya.

‎Ketua Fraksi PAN Chairul Bahriah mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Desa Gambus Laut, Lubuk Cuik, dan Perupuk.

Pemkab kemudian didesak membangun pintu pengatur air di Desa Gambus Laut dan Simpang Gambus untuk mencegah banjir susulan.

‎"TKD yang ada saat ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan prioritas, termasuk penanggulangan bencana dan membantu masyarakat yang mengalami kerugian," ucap Bahriah.

‎Hal senada disampaikan juru bicara dari Partai Gerindra, Muhammad Safi'i.

"Prioritas utama adalah bantuan ke masyarakat yang terdampak banjir di Desa Gambus Laut,” ujarnya.

‎Safi mengatakan, banjir dari luapan Sungai Gambus mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian mengalami gagal panen.

‎"Ratusan hektar lahan pertanian gagal panen. Petani membutuhkan bantuan segera," tuturnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN