Petani Jahe dan Jagung di Uluan Toba Terancam Gagal Panen, Warga Usul Modifikasi Cuaca

Tanaman jahe petani di Kecamatan Uluan, pertumbuhannya kurang maksimal. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Sejak turunnya hujan terakhir pada 17 Februari 2026 di Kecamatan Uluan hingga saat ini, curah hujan tidak pernah sekalipun mengguyur kecamatan tersebut. Dampaknya, petani jahe dan jagung terancam gagal panen. Salah satu solusi yang diusulkan adalah modifikasi cuaca.
Diperkirakan puluhan hektare lahan pertanian jahe dan jagung di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, terancam gagal panen setelah lebih dari dua pekan curah hujan tidak kunjung mengguyur wilayah tersebut.
Paber Sitorus, salah seorang petani jahe dan jagung di Desa Dolok Nagodang, Kecamatan Uluan, mengatakan tanaman miliknya dan milik petani lainnya hingga puluhan hektare, bahkan mungkin lebih, kemungkinan besar akan gagal panen jika hingga dua pekan ke depan hujan tidak juga turun.
"Seandainya dilakukan modifikasi cuaca agar curah hujan tiba, besar kemungkinan gagal panen tidak akan terjadi. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Toba melobi BMKG untuk melakukannya," ujar Paber, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, untuk mengantisipasi kekeringan, para petani di Kecamatan Uluan rata-rata telah membuat bak penampungan air dengan cara menggali tanah dan melapisinya dengan terpal plastik. Namun, cara tersebut dinilai belum cukup untuk mengairi perladangan.
"Seandainya curah hujan rutin turun sekali dalam tiga hari, kemungkinan masih mampu mengisi bak penampungan untuk stok penyiraman tanaman. Namun hingga dua pekan lebih hujan tidak turun, tentu stok di bak penampungan habis total," ucapnya.
Senada disampaikan Dani Manurung, warga Desa Partor Janjimatogu, Kecamatan Uluan. Ia menyebut, tahun ini berpotensi menjadi musim gagal panen kedua untuk tanaman jahe dan jagung akibat kemarau yang berkepanjangan.
"Jika tahun lalu terjadi gagal panen, maka tahun ini kemungkinan akan gagal panen lagi. Mana ada artinya jika curah hujan hanya turun dua hingga tiga kali sebulan untuk menyegarkan pertumbuhan tanaman di perladangan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Toba, Lena Pardede, saat dicoba dikonfirmasi Mistar terkait solusi yang akan dilakukan untuk meminimalisir gagal panen akibat kemarau, hingga berita ini sampai ke meja redaksi belum memberikan tanggapan. (hm27)






















