Pemkab Deli Serdang Luncurkan Program SAKOLAH dan Simpastatin, Targetkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Petugas sedang membakar sampah. (foto:diskominfostan/mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang resmi meluncurkan Program SAKOLAH (Sampah Kita Olah) sekaligus Program Sampah Tertata dan Terintegrasi (Simpastatin), Sabtu (24/1/2026).
Peluncuran tersebut dirangkai dengan peninjauan pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Lubuk Pakam.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengatakan persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Melalui Simpastatin, pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Pengelolaan kita perbaiki mulai dari pendataan berbasis barcode di depan rumah, pemilahan sampah sejak dari sumbernya, hingga pengangkutan dan pengolahan yang tercatat secara sistematis,” ujar Bupati.
Menurutnya, program tersebut dimulai sebagai pilot project di Lubuk Pakam dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan persoalan sampah dapat tertangani dengan baik dan masyarakat terbiasa dengan pengelolaan sampah yang tertib serta berkelanjutan.
Selain meninjau TPS 3R, Bupati juga meresmikan operasional bank sampah di Pasar Rakyat Bakaran Batu. Bank sampah tersebut difungsikan sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat melalui sistem tabungan sampah yang dikelola langsung oleh warga.
“Perumahan dan industri seharusnya sudah memilah sampah dari awal. Ke depan, RSUD, puskesmas, hingga sekolah tidak boleh lagi mencampur sampah. Ini harus menjadi budaya tertib sejak dini bagi anak-anak kita,” ucap Bupati.
Lubuk Pakam ditetapkan sebagai lokasi pilot project Simpastatin dengan volume sampah mencapai sekitar 45,5 ton per hari.
Pengelolaan sampah didukung dengan 10 unit amrol dan 25 unit becak motor (betor) yang diperkirakan mampu melayani hingga 60 ton sampah per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, Rio Laka Dewa, menjelaskan Simpastatin lahir sebagai upaya reformasi pengelolaan sampah yang selama ini dinilai belum optimal.
“Dengan metode Simpastatin, amrol hanya mengangkut sampah dari kecamatan ke TPA dengan peningkatan ritase dari satu menjadi dua kali. Sementara betor dapat beroperasi hingga empat ritase dalam satu hari,” jelasnya saat peluncuran program Simpastatin di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam. (hm27)






















