Saturday, October 31, 2026
home_banner_first
SUMUT

Merawat Mangrove, Menghidupkan Ekonomi Warga Pasar Rawa

Mistar.idSabtu, 31 Oktober 2026 pukul 20.58 WIB
merawat_mangrove_menghidupkan_ekonomi_warga_pasar_rawa_

Potret dermaga yang digunakan oleh pengunjung untuk memancing. (foto: amita/mistar)


Di balik keberhasilan pemanfaatan biota yang jarang dilirik orang ini, Safriani mengatakan bahwa produknya telah menembus pasar yang lebih luas melalui marketplace, meski masih harus memperkuat kapasitas produksi dan permodalan.

Pemulihan kawasan mangrove ini, bukan hanya di sektor perikanan tangkap dan produk olahan kuliner saja, tapi telah berkembang menjadi pusat edukasi dan ekowisata yang menarik bagi pengunjung.

Kawasan ini menjadi tempat pembelajaran, magang, dan Kuliah Kerja Nyara (KKN) bagi pelajar dan mahasiswa. Selain itu, ada juga fasilitas seperti pondok, dermaga, dan homestay yang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berlibur bersama keluarga atau hanya sekedar memancing.

Dalam kisah panjang pemulihan dan pengembangan kawasan, warga didampingi oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatera melalui Pertamina EP Pangkalan Susu Field.

Manager Community Involvement and Development (CID) PT PHR Regional 1 Sumatera, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pendampingan perusahaan didasarkan pada perubahan yang menyeluruh, seperti pola bantuan menuju pemberdayaan mandiri.

Visi besar ini meliputi masyarakat yang makin mandiri, berkapasitas ekonomi, dan bisa mengelola potensi lokal, memperkuat kelembagaan, menjaga lingkungan, tangguh menghadapi bencana, dan menciptakan peluang bagi penerus.

"Ini diwujudkan melalui perancangan program berbasis pemetaan sosial, penguatan kapasitas melalui pelatihan pembinaan hutan dan UMKM, serta integrasi sosial dan ekonomi sirkular seperti pengelolaan sampah organis lewat program SAKOTA," ujarnya.

Dalam penilaian PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), program masyarakat yang berhasil di Pangkalan Susu dibuktikan melalui alur terukur dari input, proses, output, outcome, impact, dan keberlanjutan.

Potret dermaga yang digunakan oleh pengunjung untuk memancing. (foto: amita/mistar)

Penilaian itu dilakukan dengan menjadikan kebutuhan riil masyarakat sebagai titik awal, dilengkapi dokumentasi mulai dari baseline, pelaksanaan, evaluasi dampak, dan penerapan exit strategy.

Di Pasar Rawa, menjaga mangrove menjadi bagian dari identitas warga mempertahankan penghidupan. Hutan yang dulunya dipandang sebagai komoditas kayu bakar, kini menjadi ruang yang memberikan hasil yang melimpah, baik itu tangkapan, peluang usaha olahan pangan, hingga destinasi wisata edukatif.

Dengan legacy utama program boleh selesai, tapi kapasitas dan perubahan yang dibangun tetap hidup di masyarakat, kelestarian mangrove di Pasar Rawa kini bukan hanya upaya mempertahankan pepohonan di garis pantai, tapi juga kesadaran warga dalam menjaga sumber kehidupan terus tumbuh, mandiri, dan menghidupkan masa depan warga.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN