Komunitas Senyum Kecil Gelar Puncak Perayaan HUT ke-6, Ajak Anak Muda Bijak Tanggapi Bencana

Live musik pada penutupan rangkaian kegiatan Senyum Kecil di PRSU Medan. (foto: susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pelaksanaan kegiatan Miles of Smiles yang digelar selama sepekan oleh Komunitas sosial Senyum Kecil Indonesia tiba di penghujung acara.
Komunitas anak muda ini sukses menutup rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun ke-6 yang diselenggarakan di Galeri Taman Budaya, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang memadukan unsur musik, seni, komunitas, generasi muda dan gerakan sosial ini telah berlangsung selama sepekan sejak 24 hingga 31 Oktober 2026.
Founder sekaligus Ketua Umum Senyum Kecil, Audry Handoyo mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan tingginya antusiasme masyarakat selama sepekan pelaksanaan acara.
Menurutnya, galeri seni yang dihadirkan dalam acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas termasuk pengunjung yang hadir setelah melihat unggahan rekan mereka di media sosial.
"Alhamdulillah, acara seminggu ini berjalan dengan lancar dan antusiasme teman-teman sangat luar biasa. Galeri seperti yang kita buat ini kan jarang katanya di Medan, jadi pada datang melihat karya adik-adik secara langsung," kata Audry saat ditemui Mistar di lokasi.
Puncak perayaan diisi dengan beberapa agenda utama, mulai dari gelar wicara (talkshow), penampilan instalasi seni (art installation), serta panggung musik yang dimeriahkan oleh sejumlah band lokal asal Medan.
Beberapa pengisi acara musik yang memeriahkan panggung di antaranya Arcade Night, Selat Malaka, Psychotic Villager, Vintage Glasses dan Nartok.
Selain pameran seni dan musik, rangkaian acara penutup juga diisi dengan talkshow inspiratif bertajuk‘Post Recovery Pace' yang mengangkat isu penanganan bencana dengan pembahasan apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, serta mengedukasi generasi muda untuk lebih bijak dan terarah merespons situasi bencana di tengah masyarakat.
Sesi ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan aktivis media sosial yaitu Ira (dosen FISIP USU) dan Doci.
"Diskusinya fokus untuk membahas dan mengedukasi anak muda bagaimana menanggapi jika terjadi bencana. Apakah kita harus asal-asal nge-share atau by data kita nge-riset dulu agar lebih tepat sasaran," tuturnya.
Momentum perayaan yang juga berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu, Audry menilai bahwa kolaborasi antara seni, musik dan gerakan sosial terbukti mampu disatukan secara harmonis. Ia juga mengapresiasi tingginya dukungan para seniman dan musisi lokal Medan terhadap misi kemanusiaan Senyum Kecil.
Dirinya mengajak dan berharap agar generasi muda dapat lebih berani berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
"Kita yang masih muda-muda, sehat-sehat ini, punya tenaga lebih, mari semakin peduli sekitar. Lihat kanan kiri kita, apa yang bisa dibantu sedikit dan sekecil apapun, dibantu," ucapnya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER










































