Material Berlempung dan Batching Beton Proyek Jembatan APBN di Samosir Dipertanyakan, Konsultan Belum Menjawab

Abutmen jembatan Sigarantung Tampak retak rambut. (foto:pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID (29/8/2026) - Kualitas pelaksanaan pembangunan Jembatan Sigarantung, Dusun III, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, menjadi perhatian.
Pemantauan MISTAR.ID menemukan material agregat yang secara kasatmata tampak bercampur material menyerupai tanah atau lempung serta proses pencampuran beton menggunakan truck mixer dengan material yang dimasukkan melalui bucket excavator.
Selain itu, terlihat retak rambut (hairline cracks) pada permukaan beton bagian atas abutmen, sementara pekerjaan abutment cap atau kepala abutmen belum seluruhnya selesai dicor.
Temuan tersebut menjadi pertanyaan karena proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak Rp30.743.005.612.
MISTAR.ID telah meminta penjelasan teknis kepada Ivan Panggabean melalui pesan WhatsApp selaku pihak dari konsultan pengawas. Namun, hingga berita ini dikirim ke redaksi, Ivan belum memberikan jawaban atas 16 pertanyaan yang disampaikan.
Pertanyaan tersebut antara lain menyangkut mutu beton, penyebab dan kondisi retak, kualitas agregat, sistem batching, JMF (Job Mix Formula) atau mix design, benda uji, slump test, curing, quality control, hingga kesesuaian metode pelaksanaan dengan dokumen kontrak.
Saat pemantauan di lokasi, material agregat yang berada di sekitar pekerjaan secara visual tampak bercampur material menyerupai tanah atau lempung.
Kondisi visual tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan material tidak memenuhi spesifikasi. Kepastian mengenai mutu agregat harus didasarkan pada hasil pengujian laboratorium sesuai persyaratan teknis pekerjaan.
Pasir dan batu pecah merupakan bagian penting dalam campuran beton. Apabila berdasarkan hasil pengujian kandungan material lempung atau tanah melebihi batas yang dipersyaratkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi mutu campuran beton.
Karena itu, hasil pengujian agregat menjadi salah satu dokumen yang perlu dapat ditunjukkan untuk memastikan material yang digunakan memenuhi persyaratan.
MISTAR.ID juga mengamati proses pencampuran beton menggunakan truck mixer. Material tampak dimasukkan ke dalam alat pencampur menggunakan bucket excavator.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem penakaran (batching), terutama bagaimana semen, pasir, agregat kasar, dan air ditakar secara terukur sehingga sesuai dengan JMF atau mix design yang telah disetujui.
Persoalannya bukan semata-mata jenis alat yang digunakan untuk memasukkan material, melainkan bagaimana sistem penakaran dilakukan secara konsisten, terukur, dan terdokumentasi.
Karena itu, metode batching, alat penakar, sistem pengukuran, prosedur pencampuran, serta rekaman setiap batch perlu dijelaskan oleh penyedia jasa dan konsultan pengawas.
Pada bagian atas beton abutmen terlihat retak rambut (hairline cracks). Pada waktu yang sama, pekerjaan abutment cap belum seluruhnya selesai dicor.
Secara teknis, retak rambut pada beton dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti susut beton (shrinkage), perubahan temperatur, kehilangan air secara cepat, serta proses curing yang tidak memadai.
Namun, karena retakan terlihat pada elemen struktur bawah jembatan, kondisi tersebut perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui lebar, panjang, pola, arah, dan kedalaman retak, termasuk memastikan apakah retakan hanya berada di permukaan atau berkembang lebih dalam.
Evaluasi juga perlu dikaitkan dengan mutu beton, pembesian, bekisting, metode pengecoran, pemadatan, curing, serta hasil pengujian kuat tekan beton.
Saat pemantauan, MISTAR.ID tidak melihat benda uji beton berupa kubus maupun silinder di sekitar lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut tidak serta-merta berarti pengujian beton tidak dilakukan. Benda uji dapat dibuat di lapangan dan kemudian dibawa ke laboratorium.
Perlu dibedakan antara benda uji kuat tekan dan slump test. Slump test digunakan untuk mengukur konsistensi atau tingkat kelecakan beton segar (fresh concrete), bukan menentukan kuat tekan beton setelah mengeras.
Apabila pengujian telah dilakukan, hasilnya semestinya dapat ditelusuri melalui dokumen quality control, seperti JMF atau mix design, hasil slump test, catatan pengecoran, identitas dan jumlah benda uji, tanggal pengecoran, umur pengujian, hasil uji kuat tekan (compressive strength test), serta hasil pengujian agregat.
Saat pemantauan pada Sabtu (29/8/2026), personel konsultan pengawas tidak terlihat berada di lokasi pekerjaan. Di lokasi terlihat pekerja dan operator alat berat, termasuk excavator.
Ketiadaan personel pengawas pada waktu tertentu menunjukkan pengawasan tidak maksimal. Namun, pelaksanaan pengawasan harus dapat ditelusuri melalui laporan harian, dokumentasi inspeksi, checklist mutu, dan catatan pengawasan.
Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan pekerjaan sesuai gambar kerja (shop drawing), spesifikasi teknis, metode pelaksanaan (method statement), pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, pemadatan, curing, serta persyaratan mutu material.
Selain pekerjaan struktur, jalan pengalihan yang digunakan selama pembangunan jembatan turut menjadi perhatian.
Saat pemantauan, permukaan jalan tampak berdebu dan belum terlihat memiliki lapisan perkerasan yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Penanganan jalan pengalihan perlu dilihat berdasarkan item pekerjaan, volume, spesifikasi teknis, dan metode pengaturan lalu lintas yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Berdasarkan papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Jembatan Rangka Baja Standar Panjang 80 Meter pada Jalan Tomok–Onan Runggu, Kabupaten Samosir, dengan Nomor Kontrak HK.02.01/KTR/BBPJN 1.7.6/01/2026.
Kontrak ditandatangani pada 27 Februari 2026 dengan nilai Rp30.743.005.612 dan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Masa pelaksanaan 300 hari kalender dengan rencana Serah Terima I pada 23 Desember 2026. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 365 hari kalender.
Penyedia jasa adalah PT Sarjis Agung Indra Jaya. Sedangkan konsultan pengawas terdiri atas PT Progresia Aditya Pratama KSO, PT Jakarta Rencana Selaras KSO, dan PT Transima Citra Indonesia Consultant.
Dengan nilai kontrak tersebut, mutu struktur, kualitas material, metode pelaksanaan, pengendalian mutu, dan pengawasan menjadi aspek yang penting untuk dapat dibuktikan melalui data teknis dan dokumen pekerjaan.
Untuk memperoleh penjelasan, MISTAR.ID telah menyampaikan 16 pertanyaan kepada Ivan Panggabean selaku konsultan pengawas melalui WhatsApp, yakni:
1. Apakah retak rambut pada permukaan beton abutmen telah ditemukan dan diperiksa?
2. Apa penyebab retakan berdasarkan pemeriksaan teknis serta bagaimana ukuran, pola, arah, dan kedalamannya?
3. Apakah beton abutmen telah menjalani pengujian kuat tekan?
4. Berapa mutu beton rencana yang dipersyaratkan?
5. Apakah benda uji dibuat pada setiap tahapan pengecoran dan berapa jumlahnya?
6. Di mana benda uji diuji dan bagaimana hasil kuat tekannya?
7. Apakah pasir dan batu pecah telah menjalani pengujian laboratorium?
8. Bagaimana hasil pemeriksaan terhadap material yang tampak bercampur tanah atau lempung?
9. Apakah pengecoran telah mengikuti JMF atau mix design dan method statement yang disetujui?
10. Bagaimana pelaksanaan dan dokumentasi curing beton?
11. Apakah tersedia laporan inspeksi, checklist mutu, dan dokumentasi quality control?
12. Apa tindakan teknis terhadap retak rambut pada beton abutmen?
13. Apakah metode pencampuran menggunakan truck mixer dengan material yang dimasukkan melalui bucket excavator sesuai kontrak?
14. Bagaimana sistem batching memastikan proporsi material sesuai JMF atau mix design?
15. Apakah tersedia dokumen JMF, hasil slump test, catatan pengecoran, identitas benda uji, hasil uji kuat tekan, dan hasil pengujian agregat?
16. Berapa item pekerjaan, volume, harga satuan, dan nilai masing-masing pekerjaan sebagaimana tercantum dalam kontrak atau RAB?
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Ivan Panggabean belum memberikan jawaban atas 16 pertanyaan tersebut. (hm27)



















