Hari Ketiga, Tim SAR Masih Cari Pria Hilang di Hutan Kolam Asahan

Tim SAR Tanjungbalai Asahan yang melakukan pencarian terhadap korban. (foto: dokumen Pos SAR TBA/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID (31/7/2026) – Misteri hilangnya seorang pria di kawasan Hutan Kolam, Desa Bagan Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, hingga kini belum terungkap sejak Senin (27/7/2026). Memasuki hari ketiga pencarian, tim dari Pos SAR Tanjungbalai Asahan masih terus menyisir kawasan hutan dengan kondisi medan yang berat demi menemukan korban.
Komandan Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Riki Harahap, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (31/7/2026), mengatakan korban diketahui bernama Adrian Nasution (27).
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, Adrian berpamitan untuk mencari kayu bakar di kawasan hutan. Namun hingga sore hari, ia tak kunjung kembali ke rumah," kata Riki.
Keluarga bersama warga dan aparat kepolisian sempat melakukan pencarian secara mandiri pada keesokan harinya. Meski telah menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi, keberadaan Adrian belum juga ditemukan.
Karena pencarian belum membuahkan hasil, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Tanjungbalai Asahan pada Rabu (29/7/2026) agar dilakukan operasi pencarian secara intensif.
"Di hari pertama kami melakukan pencarian di lokasi pertama kali korban dilaporkan menghilang dengan radius pencarian 1,5 kilometer. Pada hari ketiga ini, kami memperluas wilayah pencarian," kata Danpos SAR Tanjungbalai Asahan.
Pada hari pertama operasi, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan memperluas area penyisiran.
"Di hari kedua pencarian kami perluas, namun juga belum membuahkan hasil," katanya.
Memasuki hari ketiga, tim SAR masih fokus melakukan penyisiran di sejumlah titik kawasan Hutan Kolam yang diperkirakan menjadi jalur yang dilalui korban.
Menurut Riki, proses pencarian menghadapi berbagai kendala di lapangan. Vegetasi yang sangat lebat serta banyaknya jalan setapak yang bercabang membuat penyisiran harus dilakukan secara teliti agar tidak ada area yang terlewat.
"Untuk hal-hal yang menghambat, vegetasi cukup tinggi. Kemudian banyaknya jalan setapak yang memiliki cabang sehingga harus dilakukan penyisiran," ungkapnya.
Selain rimbunnya hutan, keberadaan kolam-kolam dan kubangan lumpur di sepanjang area pencarian juga menjadi tantangan tersendiri bagi personel SAR.
Meski demikian, operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Tim SAR juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar proses pencarian segera membuahkan hasil. (hm27)























