Dinas Pertanian Toba Segera Semprot Pestisida untuk Atasi Hama Padi di Porsea

Dinas Pertanian Kabupaten Toba melakukan gerakan pengendalian (gerdal) di Desa Patane I. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Toba segera melakukan penyemprotan pestisida terhadap tanaman padi milik petani di Sosor Togos, Desa Patane I, Kecamatan Porsea, yang terserang hama dan penyakit. Langkah tersebut dilakukan setelah hasil gerakan pengendalian (gerdal) menunjukkan serangan hama berpotensi menyebabkan gagal panen jika tidak segera ditangani.
Ketua Kelompok Tani Satahi Desa Patane I, Hengki Sirait, mengatakan saat ini tanaman padi milik petani telah terserang hama dan penyakit yang cukup masif.
"Jika tidak ingin gagal panen, besok sekitar pukul 08.00 WIB sudah harus dilakukan penyemprotan pestisida secara serentak. Pestisida tersebuy diberikan dinas terkait untuk menanggulangi jamur dan serangga," ujar Hengki, Selasa (28/7/2026).
Menurut hasil survei lapangan yang dilakukan Dinas Pertanian, tanaman padi milik masyarakat telah terpapar beberapa jenis penyakit, seperti blas, kresek daun, dan hama penggerek batang.
"Untuk itu, bagi seluruh warga yang memiliki tanaman padi di sekitar lokasi, sudah disampaikan agar besok membawa alat penyemprot untuk dilakukan penyemprotan massal. Sebab, jika penyemprotan pestisida tidak dilakukan paling lambat seminggu ke depan, tanaman padi akan hancur atau mengalami gagal panen," tuturnya.
Sebelumnya, tanaman padi seluas sekitar 5-10 hektare di Desa Patane I, Kecamatan Porsea, terserang hama ulat yang menyebabkan busuk batang sehingga Dinas Pertanian Kabupaten Toba melakukan gerakan pengendalian.
Kepala Dinas Pertanian Toba, Lena Pardede, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat mengenai serangan hama ulat pada tanaman padi yang diduga menyebabkan busuk batang.
"Sesuai prosedur, seharusnya masyarakat atau kelompok tani menyampaikan surat agar dilakukan gerdal. Namun, karena berdasarkan informasi warga serangan tersebut cukup parah, kami langsung turun ke lokasi. Diperkirakan pukul 10.00 WIB petugas dari dinas turun untuk melakukan gerdal," ujar Lena.
Lena berharap, setelah dilakukan gerakan pengendalian, permasalahan yang dihadapi petani dapat diatasi melalui penyemprotan pestisida yang tepat. Namun sebelumnya, petugas terlebih dahulu memastikan jenis penyakit yang menyerang tanaman padi.
Sebelumnya, salah seorang petani di Desa Patane I, R. Manurung, mengeluhkan tanaman padinya serta tanaman milik petani lain yang mengalami serangan hama ulat hingga menyebabkan busuk batang. Meski telah dilakukan penyemprotan pestisida secara rutin, kondisi tanaman tidak mengalami perubahan.
"Sudah dilakukan penyemprotan pestisida secara rutin, namun tetap saja tidak ada perubahan. Jika tidak teratasi, akan berdampak pada gagal panen, sebab kondisi tanaman padi saat ini sedang memasuki fase bunting atau akan muncul bulir padi," ujarnya.
Atas keluhan tersebut, pengurus Kelompok Tani Satahi Desa Patane I langsung menghubungi Dinas Pertanian Toba dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), yang kemudian bergerak menuju lokasi lahan pertanian di Sosor Togos. (hm25)























