Curah Hujan Minim di Toba Hambat Musim Tanam di Sejumlah Kecamatan

Persawahan warga yang tidak mendapat air cukup. (foto: nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Minimnya curah hujan di Kabupaten Toba, khususnya Kecamatan Porsea, Siantar Narumonda, Parmaksian, Bonatualunasi dan Kecamatan Lumbanjulu diprediksi bakal menggangu musim tanam padi tahun ini.
Pantauan Mistar lima kecamatan yang ada di Kabupaten Toba, tidak sedikit sawah petani yang mengharapkan pengairan dari curah hujan yang cukup (sawah tadah hujan).
Salah seorang warga Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, M Manurung, mengatakan petani padi saat ini mengalami kekurangan debit air untuk mengairi sawah karena hujan jarang turun.
"Banyak semai padi petani sudah tidak layak tanam (melebihi batas umur), bahkan sebagian daunnya kering disengat matahari, dan ada juga yang mati sehingga tidak layak tanam," ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Warga lainnya, K Sitorus, mengatakan kondisi tahun lebih parah dari tahun sebelumnya. Menurutnya, tahun ini dapat hampir tidak pernah turun hujan. Jika pun turun, untuk melembabkan tanah saja tidak cukup, bahkan menimbulkan debu pada tanah.
"Tapi kalau musim tanam tahun lalu, hujan datang cukup sering dan jangka waktunya bisa mencapai dua hingga tiga jam. Tetapi tahun ini hujan turun hanya mampu bertahan hitungan detik, itu pun tidak deras," tuturnya.






















