Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Padi Relatif Tinggi Sejak Tiga Tahun Terakhir, Ekonomi Petani di Toba Membaik

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 pukul 11.36 WIB
harga_padi_relatif_tinggi_sejak_tiga_tahun_terakhir_ekonomi_petani_di_toba_membaik_

Tanaman padi di Toba. (foto: nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Harga gabah padi di Kabupaten Toba khususnya di Kecamatan Porsea, Narumonda, Parmaksian, dan Siantar Narumonda, cukup tinggi yakni Rp7.800 hingga Rp8.000 per kilogram, di atas harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500.

M Marpaung, salah seorang petani di Kecamatan Siantar Narumonda, mengatakan sejak tiga tahun terakhir harga padi terbilang cukup tinggi. Kondisi ini membuat ekonomi petani padi di Toba stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Berbeda tiga tahun sebelumnya, hasil panen belum tentu dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Untuk membeli pupuk saja petani sudah kelabakan, karena harga padi per kilogram seharga Rp45.000 hingga Rp50.000," ujarnya.

Riana, petani di Kecamatan Porsea, mengatakan naiknya harga padi dan dapat dikatakan stabil di harga tertinggi sejak ada penetapan harga gabah padi dari pemerintah, sehingga menjadi tolak ukur bagi toke untuk melakukan persaingan harga.

"Sebelumnya harga padi ditentukan sepihak oleh para toke, jika tiba saat panen raya maka toke akan menurunkan harga serendah mungkin hingga di bawah harga yang ditetapkan pemerintah, namun saat musim tanam harga melonjak," ucapnya, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, naiknya harga padi saat musim tanam padi oleh toke, merupakan strategi mereka untuk meraup keuntungan dari petani. Sebab, banyak petani akan melakukan peminjaman untuk dana membeli pupuk, kemudian utang yang diambil dari toke dengan harga tertinggi akan dibayar petani dengan padi harga terendah saat panen tiba.

"Yang awalnya utang 100 kilogram akan dibayar saat panen menjadi 130 kilogram ditambah bunganya bisa menjadi 160 kilogram. Tetapi sejak naiknya harga gabah padi pembayaran utang tidak separah itu," katanya.

Kemudian lanjutnya, untuk harga padi di Kabupaten Toba, khususnya di Kecamatan Porsea tidak menjadi masalah. Kendala saat ini seperti ketersediaan pupuk subsidi dan kondisi cuaca yang tidak stabil. Sejak lima tahun terakhir ada beberapa lahan persawahan di Porsea mengharapakan curah hujan (persawahan tadah hujan).

"Salah satu persawahan tadah hujan di Sosor Togos Desa Patane 1, Kecamatan Porsea terkendala menanam padi akibat hujan tidak turun dalam sebulan terakhir, padahal dulunya kondisi tanah persawahan tidak seperti itu langsung kering kerontang meskipun hingga dua bulan tidak turun hujan," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN