Camat Tigalingga Beri Tali Asih kepada Tujuh Keluarga Veteran pada HUT ke-81 RI

Camat Tigalingga dan Kapolsek berikan tali asih kepada keluarga Veteran. (Foto:dokumen Camat Tigalingga/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (17/8/2026) — Camat Tigalingga, Saut Marganda Sinaga, dan Kapolsek Iptu Parlindungan Lumbantoruan memberikan tali asih kepada tujuh keluarga veteran dalam rangkaian acara usai upacara HUT ke-81 RI yang berlangsung di Lapangan Sirongit Tigalingga, Kabupaten Dairi, Senin (17/8/2026).
Saut Marganda Sinaga saat dihubungi MISTAR via telepon dan WhatsApp mengaku bertindak sebagai inspektur upacara. Seusai upacara dilakukan ramah tamah dan pemberian tali asih kepada tujuh keluarga veteran.
Upacara HUT ke-81 RI turut dihadiri Koramil 04/Tigalingga, Kapolsek, para kepala desa, kepala sekolah, dan pembacaan detik-detik Proklamasi dibacakan anggota DPRD Dairi, Jembal Ginting.
Rangkaian kemeriahan acara HUT ke-81 RI di Tigalingga juga didukung pagelaran pentas seni yang mendatangkan artis dari luar daerah dan diselenggarakan muda-mudi Tigalingga. Acara berlangsung sampai Selasa (18/8/2026).
Dalam upacara, Camat membacakan amanat Bupati Dairi Vickne Sinaga dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Sebagai wujud dari tema tersebut, berdaulat berarti kita mampu berdiri di atas kekuatan dan potensi kita sendiri. Adil berarti pembangunan dan pelayanan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dan makmur berarti masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan kesejahteraannya.
Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Dairi Tahun 2025-2029, yaitu: "Mewujudkan Masyarakat Dairi yang Sejahtera dan Berdaya Saing dengan Pemerataan Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan."
Kabupaten Dairi memiliki penduduk sekitar 336.403 jiwa. Ini merupakan kekuatan utama pembangunan kita. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang angka dan proyek pembangunan, harus berbicara tentang kehidupan masyarakat.
"Tentang petani yang ingin hasil panennya lebih baik. Tentang orang tua yang ingin anaknya sehat dan berpendidikan. Tentang anak muda yang membutuhkan pekerjaan. Tentang pelaku UMKM yang ingin usahanya berkembang dan tentang masyarakat yang mengharapkan jalan, pelayanan, dan infrastruktur yang semakin baik," ujarnya.
"Kita patut bersyukur karena sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Dairi menunjukkan perkembangan yang positif," tuturnya lebih lanjut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi, pada tahun 2025:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,68 poin.
- Angka kemiskinan 6,98 persen.
- Pertumbuhan ekonomi 4,52 persen.
- PDRB per kapita sekitar Rp40,48 juta.
- Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 1,21 persen, dari 1,43 persen pada tahun 2024. Artinya, pengangguran turun 0,22 persen.
"Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri. Tetapi kita tidak boleh cepat berpuas diri. Karena di balik setiap angka masih ada masyarakat yang harus kita perjuangkan. Pertumbuhan ekonomi harus menciptakan lapangan pekerjaan. Pembangunan harus membuka peluang usaha dan kebijakan pemerintah harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam bidang pendidikan, terus meningkatkan kualitas guru, sarana pendidikan, keterampilan, dan kesempatan bagi generasi muda. Kita ingin anak-anak Dairi tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan keberanian untuk bersaing.
Dalam bidang kesehatan, kita telah mencapai UHC 100 persen dan menerima UHC Award Tahun 2026. Tujuan kita adalah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan bermutu. Juga terus mendukung Program Makanan Bergizi Gratis. Saat ini 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasional dengan penerima manfaat sekitar 85.387 jiwa, terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah. Ini adalah investasi bagi generasi masa depan Dairi. (hm27)

























