Monday, June 29, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Asahan Pastikan Warga Dusun 8 Segera Nikmati Listrik, Target Rampung Akhir 2026

Mistar.idSenin, 29 Juni 2026 pukul 16.58 WIB
bupati_asahan_pastikan_warga_dusun_8_segera_nikmati_listrik_target_rampung_akhir_2026

Ilustrasi, warga di Asahan yang hidup dalam kegelapan tanpa Listrik. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (29/6/2026) – Harapan warga Dusun 8, Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa akses listrik, Pemerintah Kabupaten Asahan memastikan persoalan tersebut kini menjadi perhatian serius dan tengah dikoordinasikan dengan PT PLN serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, mengaku telah turun langsung meninjau kondisi perkampungan yang hingga kini belum tersentuh jaringan listrik.

"Kami sudah meninjau langsung bersama Kapolres Asahan waktu itu untuk melihat kondisi masyarakat di Dusun 8, Desa Pertahanan, yang hingga saat ini belum mendapatkan aliran listrik," ujar Taufik saat melakukan kunjungan, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Asahan tidak tinggal diam. Berbagai langkah koordinasi telah dilakukan bersama pihak PLN agar pembangunan jaringan listrik di kawasan tersebut dapat segera direalisasikan.

Ia menjelaskan, usulan penyediaan jaringan listrik telah disampaikan kepada pihak PLN dan terus dikawal hingga ke tingkat Kementerian ESDM. Pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat tidak lagi hidup dalam keterbatasan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan unit PLN setempat dan juga menyampaikan usulan kepada Kementerian ESDM. Kami akan terus mendorong agar program ini dapat direalisasikan," katanya.

Bupati menargetkan, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, masyarakat Dusun 8, Desa Pertahanan, sudah dapat menikmati listrik paling lambat pada akhir tahun 2026.

Diketahui, selama puluhan tahun, sekitar 120 jiwa yang menetap di Dusun 8 harus menjalani kehidupan tanpa aliran listrik. Ironisnya, lokasi permukiman tersebut hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Sei Kepayang.

Minimnya infrastruktur membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas, terutama pada malam hari. Bahkan, tidak sedikit warga yang akhirnya memilih meninggalkan kampung halaman demi mendapatkan akses listrik dan fasilitas umum yang lebih layak.

Salah seorang warga, Ismail Panjaitan, mengaku sejak kecil hingga kini belum pernah merasakan listrik masuk ke kampung tempat tinggalnya. Ia berharap pemerintah benar-benar merealisasikan pembangunan jaringan listrik sehingga impian warga selama ini dapat terwujud.

"Dari kecil sampai sekarang saya belum pernah menikmati listrik di kampung ini. Harapan saya sederhana, semoga kami juga bisa merasakan aliran listrik seperti masyarakat di daerah lain," ungkapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN