Miris! Ratusan Warga di Asahan Masih Hidup Tanpa Listrik Meski Dekat Kecamatan

Ilustrasi, warga di Asahan yang hidup dalam kegelapan tanpa Listrik. (foto:istimewa/mistar)
Asahan, MISTAR.ID (25/6/2026) – Di tengah gencarnya pembangunan dan kemajuan teknologi yang terus berkembang, masih ada warga di Kabupaten Asahan yang hidup tanpa menikmati aliran listrik. Kondisi tersebut dialami sekitar 120 warga yang bermukim di Dusun VIII, Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang.
Ironisnya, lokasi dusun tersebut tidak berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau. Jaraknya hanya beberapa kilometer dari pusat kecamatan. Namun hingga kini, warga mengaku belum pernah merasakan manfaat jaringan listrik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat modern.
Selain persoalan listrik, warga juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai jauh dari kata layak. Akses menuju permukiman mereka disebut rusak parah dan belum tersentuh pembangunan secara maksimal selama bertahun-tahun.
Kepala Dusun VIII Desa Pertahanan, Nazar Muliyono, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026), mengaku pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah maupun wakil rakyat terkait kondisi tersebut.
"Sudah berkali-kali kami mengajukan permohonan agar listrik masuk ke dusun ini. Namun sampai sekarang belum juga terealisasi. Warga hanya bisa menunggu tanpa kepastian," ujarnya.
Menurut Nazar, kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tertinggal dibandingkan dusun-dusun lain yang telah menikmati berbagai fasilitas pembangunan. Ia menuturkan, ketika malam tiba, sebagian warga masih mengandalkan penerangan seadanya. Sementara anak-anak yang sedang menempuh pendidikan harus belajar dengan keterbatasan fasilitas yang ada.
"Banyak warga yang bertanya-tanya kapan kampung ini bisa menikmati listrik seperti daerah lainnya. Padahal kebutuhan listrik saat ini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Tak hanya persoalan penerangan, akses jalan menuju dusun juga menjadi keluhan utama masyarakat. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui kendaraan. Sebaliknya, ketika musim kemarau, debu tebal menyelimuti sepanjang jalan desa.
Kondisi tersebut turut dikeluhkan Yudi Pane (45), salah seorang warga setempat. Ia berharap kampungnya dapat segera menikmati aliran listrik.
"Saya hanya ingin melihat kampung ini terang seperti kampung lain. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan masyarakat tidak lagi hidup dalam keterbatasan," ujarnya.
Ketiadaan listrik perlahan berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat. Tidak sedikit warga memilih meninggalkan kampung halaman dan pindah ke daerah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.
Fenomena tersebut membuat warga khawatir Dusun VIII akan semakin ditinggalkan penghuninya jika persoalan infrastruktur dan listrik tidak segera mendapat perhatian.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Asahan dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang mereka alami. Mereka mendambakan hadirnya listrik dan perbaikan infrastruktur sebagai bentuk pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Kafilah Binjai Raih Juara Umum IV pada MTQ ke-40 Sumut 2026





















