Konflik Timur Tengah Ancam Kalender F1 2027, Opsi Pengganti Disiapkan

Balapan Formula 1 (F1). (foto: red bull)
London, MISTAR.ID - Formula 1 (F1) mulai menyiapkan sejumlah skenario untuk kalender musim 2027 jika konflik di Timur Tengah masih berlangsung tahun depan.
Presiden F1 Stefano Domenicali memastikan pihaknya telah memiliki beberapa rencana alternatif untuk menjaga target 24 balapan pada musim 2027. Jadwal resmi baru akan diumumkan pada musim gugur, sehingga F1 masih memiliki waktu untuk menyesuaikan kalender dengan perkembangan situasi.
Konflik di kawasan tersebut telah berdampak langsung pada kalender musim 2026. Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi dibatalkan. F1 bahkan berpotensi mengakhiri musim di Eropa jika Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi juga tidak dapat digelar.
"Jika situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami memiliki sejumlah opsi dan rencana berbeda untuk 2027," kata Domenicali seperti dilansir Sky Sports, Senin (10/8/2026).
Di tengah ketidakpastian itu, F1 juga terus menjajaki lokasi baru untuk memperkuat kalender pada musim-musim mendatang. Rwanda, Afrika Selatan, Thailand, dan Argentina termasuk negara yang sedang dalam pembicaraan.
Turki dan Portugal sendiri telah dipastikan kembali ke kalender untuk menggantikan Zandvoort dan Barcelona. Sementara itu, balapan baru lainnya paling cepat baru dapat masuk kalender 2028.
Jerman juga menjadi kandidat menarik setelah Hockenheim membuka pembicaraan dengan F1. Sirkuit tersebut terakhir menjadi tuan rumah balapan pada 2019. Kini, Hockenheim memiliki model kepemilikan dan investasi yang berbeda.
Domenicali mengatakan F1 melihat peluang pertumbuhan kembali di Eropa. Permintaan untuk menggelar balapan juga meningkat di China dan Jepang. Namun, F1 untuk sementara tetap mempertahankan satu balapan di China guna memperkuat pasar sebelum mempertimbangkan opsi tambahan. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Barcola Diklaim Lebih Memilih Arsenal Ketimbang Liverpool



















