Besok Kapolda Sumut Tanam Bawang Putih Serentak di Samosir, Dukung Swasembada Pangan

Teks Foto: Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan. (Foto: Pangihutan/Mistar.id)
Samosir, MISTAR.ID (18/6/2026) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dijadwalkan memimpin penanaman bawang putih secara serentak di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan swasembada bawang putih Tahun Anggaran 2026.Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.
"Besok Kapolda Sumut akan melakukan penanaman bawang putih secara serentak di Desa Maduma. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan," ujar Rina, Selasa (18/8/2026).
Mengacu Surat Telegram KapolriMenurut Rina, penanaman bawang putih serentak tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/16888/VIII/OPS.4.1/2026 tanggal 6 Agustus 2026 tentang pelaksanaan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi.
Khusus di Sumatera Utara, program tersebut diperkuat dengan Surat Perintah Kapolda Sumut Nomor Sprin/2338/VIII/HUK.7/2026 tanggal 7 Agustus 2026 tentang Tim Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Polda Sumut Tahun Anggaran 2026.
Selanjutnya diterbitkan Surat Perintah Kapolda Sumut Nomor Sprin/2363/VIII/HUK.7/2026 tanggal 11 Agustus 2026 terkait panitia kegiatan penanaman bawang putih serentak di wilayah hukum Polres Samosir.
Luas Lahan 0,32 HektareRina mengatakan, penanaman akan dilakukan di lahan seluas 0,32 hektare atau sekitar 8 rante.
Sebanyak 105 kilogram bibit bawang putih telah disiapkan.Ia menegaskan program tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan hingga masa panen.
"Kita ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni. Setelah ditanam harus dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengembangan sehingga nantinya memberikan hasil nyata bagi masyarakat," katanya.
Menurut Rina, Desa Maduma diharapkan menjadi salah satu sentra pengembangan komoditas bawang putih di Kabupaten Samosir.
"Kami akan mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, kelompok tani, pemilik lahan, dan masyarakat agar pengembangan bawang putih ini dapat berjalan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut dua kelompok tani akan dilibatkan, yaitu Kelompok Tani St. Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama. Masing-masing kelompok beranggotakan 15 orang.
"Keterlibatan kelompok tani sangat penting. Kami berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Samosir," ucap Rina.(Pangihutan Sinaga/hm02)

























