42 Siswa SMA di Batu Bara Ikuti Pemusatan Diklat Paskibraka 2026

Pj Sekda Batu Bara Rusian Heri menepung tawari peserta Diklat Paskibra sebelum memasuki gerbang bahagia. (foto: Diskominfo Batu Bara/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID - Sebanyak 42 siswa terpilih mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Batu Bara tahun 2026. Pemusatan diklat dilakukan di kantor Bupati Batu Bara Jalinsum KM 119 Lima Puluh, Jumat (31/7/2026).
42 siswa terdiri dari 21 putra dan 21 putri ini dinyatakan lulus sesuai ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) setelah diseleksi dari 220 siswa SMA sederajat se-Kabupaten Batu Bara.
Dari jumlah tersebut, dua siswa terdiri dari satu putra (Muhammad Alpariski dari SMK Negeri 1 Talawi) dan satu putri (Rifka Ain Syahputri dari SMA Negeri 1 Tanjung Tiram) yang merupakan peringkat satu hasil seleksi dipercaya mewakili Kabupaten Batu Bara pada seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Pemusatan Diklat Paskibraka Kabupaten Batu Bara berlangsung mulai 31 Juli hingga 16 Agustus 2026, sedangkan peserta tingkat provinsi akan mengikuti pemusatan mulai 6 hingga 16 Agustus 2026.
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian diwakili Pj Sekdakab Rusian Heri menjelaskan Diklat Paskibraka merupakan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
Diklat dilaksanakan melalui pembinaan kepemimpinan, keterampilan, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, persatuan, dan kesatuan.
Ia berpesan kepada seluruh calon Paskibraka agar mengikuti setiap proses pelatihan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan ketulusan hati, serta senantiasa mematuhi arahan para pelatih.
"Ini demi mengemban amanah sebagai pengibar duplikat Bendera Pusaka Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Batu Bara," ucap Rusian.
Pelaksanaan Diklat diawali dengan prosesi memasuki 'Desa Bahagia', sebuah konsep simbolis yang menggambarkan semangat persatuan, kebersamaan, kedisiplinan, serta komitmen kebangsaan. Melalui prosesi tersebut, para peserta diajak membangun kesiapan mental untuk mengikuti seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan.






















