Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pesantren elTahfidz Wisuda 46 Penghafal Al-Qur'an

Mistar.idSenin, 1 Juni 2026 pukul 11.48 WIB
pesantren_eltahfidz_wisuda_46_penghafal_alquran

46 santri ElTahfidz diwisuda di Gedung MUI, Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun, Minggu (31/5/2026). (Foto: Rika/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Pesantren elTahfidzh Simalungun melaksanakan wisuda 46 santri di Gedung MUI, Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun, Minggu (31/5/2026). Selain itu, seluruh santri juga sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an.

Dari 46 santri, sebanyak 7 orang telah selesai menghafal hingga 30 juz. Ketujuhnya adalah Azzahra Wafiqoh dan Adzara Mufidah, yang merupakan siswa SMP. Kemudian empat lainnya merupakan siswa-siswi SMA, yakni Andita Almagfirah, Hanifah Humairah, Natasya Putri Mawadah, Fahri Fahrezi, dan Fawaz Munaza.

Direktur Yayasan elTahfidz, Royansyah Fitra, berharap ilmu yang telah diperoleh seluruh santri memberikan manfaat dan penuh berkah. Baginya, keberhasilan santri menyelesaikan pendidikan dan menghafal Al-Quran adalah kebahagiaan bagi semua.

"Dibandingkan saya yang belum ada apa-apanya, siswa SMP dan SMA sudah mampu menghafal Al-Qur'an," kata Royansyah.

Menurut Royansyah, pesantren hanyalah peran kecil dalam menghantarkan anak menjadi sukses. Peran paling besar itu adalah keluarga, terutama peran seorang ayah.

“Ditambah lagi perkembangan zaman ini memberikan banyak kekhawatiran. Dengan Al-Qur'an di tangan mereka bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak,” ujarnya.

Royan berpesan, menyelesaikan sekolah bukanlah akhir dari menuntut ilmu. Justru titik awal untuk berkembang di masyarakat.

"Kalian sudah mulai hidup mandiri, membuat jadwal belajar sendiri, tidak ada ustaz atau ustazah yang mengomeli, membangunkan. Karena selanjutnya kalian harus menjadi pemuda impian, meneruskan estafet kepemimpinan. Harus menjadi pemuda yang tahu jalan perjuangan dengan tekad dari Allah dan Al-Qur'an," tuturnya.

Salah seorang perwakilan santri, Tangguh Al Adlu Purba mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan ustad-ustadzah yang telah mengorbankan banyak hal untuk pendidikan mereka.

Ia mengakui selama belajar di pesantren, banyak hal yang telah mereka lewati bersama.

"Sekarang kami berpisah untuk mengejar cita-cita selanjutnya dan semoga kelak berjumpa dengan kesuksesan bersama," ujar Tangguh.

Dalam kegiatan yang sama, santri elTahfidz juga menampilkan kegiatan tarian, lagu-lagu penghormatan, hingga atraksi taekwondo. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN