Pembangunan Pasar Dwikora Sudah 25 Persen, Tiang Kios Mulai Berdiri

Proses pembangunan Pasar Tradisional Dwikora kini memasuki tahap pemasangan tiang bangunan, Kamis (30/7/2026). (Foto: Hamzah/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Pembangunan Pasar Tradisional Dwikora Kota Pematangsiantar yang terbakar pada bulan lalu mulai memasuki tahap konstruksi. Setelah pemasangan box culvert sebagai infrastruktur dasar guna pembenahan drainase, pembangunan kini berlanjut ke tahap berikutnya.
Amatan Mistar, Kamis (30/7/2026) pengerjaan konstruksi di Pasar Dwikora telah berlanjut pada pemasangan tiang-tiang yang menjadi struktur utama kios para pedagang. Tahapan ini juga menandai dimulainya pembangunan fisik kawasan pasar.
Memasuki tahap pemasangan tiang, bentuk kawasan pasar mulai terlihat. Struktur awal kios perlahan mulai berdiri dan memberikan gambaran tentang tata letak area agar para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas perdagangan nantinya.
Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, menyampaikan pembangunan Pasar Tradisional Dwikora kini telah mencapai 25 persen. Hal ini terlihat dari mulai berdirinya tiang dan juga pemasangan box culvert.
"Kurang lebih sudah mencapai 25 persen lah pembangunan Pasar Dwikora. Ini akan berjalan terus pembangunannya. Setelah pengecoran tiang, akan dilanjutkan pemasangan atap kios untuk lapak dagangan pedagang," ujar Dedi Harahap.
Sementara itu, bentuk bangunan pasar akan berupa balairung, sama seperti Pasar Horas. Setelah bangunan rampung, para pedagang sendiri yang akan membangun dinding kios sesuai dengan perjanjian yang pernah disepakati pemerintah kota dan pedagang.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Pematangsiantar, Bolmen Silalahi, menyampaikan dari bangunan balairung tersebut akan dibentuk lagi petak-petak guna menampung para pedagang.
"Ya, pembangunan kios terbuka berbentuk balairung. Nantinya ada 276 petak sebagai lapak pedagang. Saat ini sudah mulai pemasangan tiang-tiang berbahan dari semen," ujar Bolmen Silalahi.
Katanya lagi, saat ini pihaknya juga telah merampungkan pendataan terhadap seluruh pedagang. Data ini yang menjadi acuan pemerintah kota untuk menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta kepada pedagang.
"Bantuan tahap tiga kepada enam pedagang masih proses. Tapi datanya sudah kita berikan ke pemerintah kota," ujarnya. (hm25)



















