Friday, October 30, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Jalan Rusak Menuju Raja Maligas Simalungun Ganggu Akses Anak Sekolah dan Angkutan Hasil Pertanian

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 19.07 WIB
jalan_rusak_menuju_raja_maligas_simalungun_ganggu_akses_anak_sekolah_dan_angkutan_hasil_pertanian

Warga melintas di ruas jalan rusak di Kecamatan Huta Bayu Raja.(foto: dokumen fb@Arislubis/mistar)

Simalungun, MISTAR.ID (30/10/2026) - Kerusakan jalan menuju Raja Maligas bukan sekadar menyulitkan pengendara. Bagi sejumlah keluarga, kondisi itu turut mengubah rutinitas anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

Setiawan, warga Huta Bayu Raja, mengatakan orang tua yang anaknya bersekolah di tingkat SMP dan SMA kini harus mengantar mereka sampai ke Pekan Huta Bayu Raja. Sebab, angkutan umum yang biasanya melayani perjalanan hingga Raja Maligas sudah tidak lagi masuk ke wilayah tersebut.

"Sekarang ini setiap orang tua yang anaknya sekolah SMP dan SMA harus mengantar sampai Pekan Huta Bayu Raja. Dari situ sudah banyak pilihan angkot menuju Tanah Jawa," ucapnya, Jumat (30/10/2026).

Alumni salah satu universitas di Pematangsiantar itu mengatakan, sebelum jalan mengalami kerusakan parah, sedikitnya empat merek angkutan umum memiliki trayek hingga Raja Maligas.

Namun, kondisi jalan membuat pengusaha angkutan memilih memperpendek rute. Kini, sebagian besar angkutan hanya melayani perjalanan sampai Huta Bangun Putih, yang menjadi batas ruas jalan dengan kondisi relatif baik.

"Sekarang rata-rata angkutan hanya sampai Huta Bangun Putih karena batas jalan bagus di situ. Sebelum jalan rusak parah, masih ada empat merek angkutan berbeda yang rutenya sampai ke sana," katanya.

Menurut Setiawan, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu titik yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Masih banyak bagian jalan lain yang kondisinya juga memprihatinkan.

Ia menyambut baik rencana pemerintah melakukan perbaikan darurat. Namun, ia berharap pekerjaan tersebut segera dilaksanakan agar warga tidak terus menghadapi kesulitan yang sama.

"Kalau memang diperbaiki, pastinya sebagai warga senang. Parah kali sudah jalan itu. Kami juga berterima kasih kepada anggota Dewan Bona dan Bupati Anton untuk kabar baik ini. Semoga segeralah diperbaiki, warga juga sudah bosan," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Renol Saragih, sopir angkutan hasil bumi. Ia mengaku setidaknya sekali dalam sebulan harus melintasi jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian warga.

Komoditas yang paling sering dibawanya adalah padi. Selain itu, ia juga pernah mengangkut pupuk ke kawasan tersebut.

"Dalam sebulan wajib ke sana minimal sekali. Semua hasil panen dibawa, tetapi lebih sering padi. Pernah juga angkut pupuk," katanya.

Bagi Renol, kondisi jalan sangat memengaruhi kelancaran pekerjaannya. Ia berharap perbaikan sementara yang direncanakan pemerintah tidak dilakukan asal-asalan sehingga benar-benar bisa dilalui kendaraan dengan aman.

"Pastinya membantu kalau diperbaiki. Kalau bisa, walaupun perbaikan sementara, harus benar-benar bagus dikerjakan. Yang viral itu memang seram dilewati kalau hujan," ucapnya.

Ia berharap rencana perbaikan segera diwujudkan. Apalagi, menjelang pergantian tahun, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat dan aktivitas pengangkutan hasil pertanian tetap berjalan.

Pengguna jalan lainnya, Jack Sianturi, juga menyambut baik rencana penanganan jalan tersebut. Warga Kecamatan Tanah Jawa yang bekerja di salah satu perusahaan pembiayaan itu mengaku cukup sering bepergian ke kawasan Raja Maligas.

Menurut Jack, kerusakan jalan di wilayah lain juga perlu mendapat perhatian pemerintah tanpa harus menunggu keluhan warga ramai di media sosial.

"Kalau bisa, jalan lain jangan tunggu viral. Tapi itu pun tetap kita apresiasi para pejabat ini. Mudah-mudahan jangan janji saja," katanya.

Kini, warga berharap rencana penanganan darurat menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang disampaikan BPBD Simalungun segera terlaksana. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN