Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Terungkap! Pria Terkaya Rp3.000 Triliun Ternyata Lebih Pilih HP Lipat Samsung, Bukan iPhone

Mistar.idSenin, 21 September 2026 pukul 09.31 WIB
terungkap_pria_terkaya_rp3000_triliun_ternyata_lebih_pilih_hp_lipat_samsung_bukan_iphone_

Bos Nvidia Jensen Huang tertangkap kamera menggunakan Samsung Galaxy Z Fold 8 dalam acara All-In Summit di Los Angeles, Amerika Serikat. (Foto: news1)

news_banner

Los Angeles, MISTAR.ID (21/9/2026) - Bos Nvidia Jensen Huang tertangkap menggunakan Samsung Galaxy Z Fold 8 dalam acara All-In Summit di Los Angeles, Amerika Serikat.

Dalam acara tersebut, Huang tampil dengan jaket kulit hitam andalannya. Namun, yang tak kalah menyita perhatian adalah ponsel yang digunakannya.

Di atas panggung, Huang mengeluarkan Galaxy Z Fold 8 saat menerima panggilan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas kecerdasan buatan (AI) serta risiko potensial, termasuk ancaman terhadap umat manusia.

Melansir CNN Indonesia yang mengutip dari Phone Arena, ponsel Huang menyimpan kontak Trump dengan nama "President Trump". Layar sampul Galaxy Z Fold 8 yang lebar membuat nama tersebut tampil dalam satu baris saat panggilan masuk.

Huang tampaknya cukup loyal terhadap ponsel lipat asal Korea Selatan ini. Beberapa bulan lalu, ia terlihat bersama Elon Musk dan keduanya memperlihatkan ponsel masing-masing.

Saat itu, Huang masih menggunakan Galaxy Z Fold 7 karena Z Fold 8 belum dirilis.

Terkait percakapan telepon tersebut, Trump dan Huang menyinggung kontroversi perlambatan perkembangan AI yang ramai di publik.

Dalam panggilan itu, Trump menyebut ketakutan berlebihan terhadap AI adalah hoaks dan konspirasi. Ia menegaskan pusat data merupakan aset yang sangat penting dan berharga bagi perekonomian AS.

"Saya katakan bahwa semuanya adalah hoaks. Pusat data itu bagus, dan mereka membuat orang kaya, membuat negara kaya, dan itu akan seperti minyak 20-25 tahun yang akan datang," kata Trump.

Menurutnya, robot dan AI tidak akan mengambil alih manusia. Ia menegaskan memang diperlukan kehati-hatian dalam pengembangan AI dan pusat data, tetapi industri tidak boleh berhenti.

Ia mengklaim negara menerima keuntungan 20 triliun dolar AS hanya dalam setahun dari industri ini dan akan terus mendukung agar tidak terhambat.

Huang menyetujui pernyataan Trump yang menolak perlambatan perkembangan AI dan menyebut teknologi ini akan menguntungkan semua pihak di AS.

"Kita akan memastikan semua diuntungkan. Semua industri, semua perusahaan, semua negara bagian, dan semua orang," kata Huang.(hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN