Enam Misteri Piramida yang Belum Terpecahkan

Piramida di Mesir. (Foto: 20 Century)
4. Teka-Teki Dua Poros di Queen's Chamber
Piramida Agung Giza memiliki dua poros sempit yang berasal dari ruangan bernama Queen's Chamber atau Kamar Ratu. Saluran tersebut berukuran sangat kecil, bahkan hampir tidak cukup untuk dilalui robot modern.
Hingga kini, tujuan pembangunan kedua poros itu masih menjadi perdebatan.
Sebagian besar akademisi meragukan saluran tersebut berfungsi sebagai ventilasi, meskipun kerap disebut sebagai saluran udara.
Price menilai masyarakat Mesir Kuno kemungkinan tidak membangun poros tersebut dengan tujuan menyediakan udara seperti sistem ventilasi modern.
"Saya rasa orang Mesir kuno tidak peduli soal ketersediaan udara, ini bukan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan," jelas Price.
Sebaliknya, sejumlah pakar menafsirkan poros tersebut memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno tentang kehidupan setelah kematian.
Saluran itu diduga menjadi bagian dari konsep perjalanan raja menuju bintang-bintang. Ada pula kemungkinan bahwa arah poros tersebut berkaitan dengan bintang atau gugusan bintang yang dianggap penting dalam kepercayaan mereka.
5. Mengapa Piramida di Sudan Berjumlah Lebih Banyak?
Sudan ternyata memiliki lebih banyak bangunan piramida dibandingkan Mesir. Sebagian besar struktur tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Kush kuno yang pernah berkembang di wilayah Nubia, tepatnya di selatan Mesir.
Sekitar abad kedelapan sebelum Masehi, para penguasa Kush mulai mengadopsi sekaligus menyesuaikan tradisi Mesir Kuno, termasuk kebiasaan membangun piramida.
Selama berabad-abad, ratusan piramida didirikan di kompleks pemakaman kerajaan, seperti Nuri dan Meroƫ. Banyaknya bangunan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan masyarakat Kush membangun piramida dalam jumlah besar.
Price menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi jumlah tersebut adalah rentang waktu pembangunannya.
"Mereka membangun piramida ini lebih lama daripada bangsa Mesir kuno. Meroe itu ibarat peradaban saingan Kekaisaran Romawi, di dua abad terakhir SM, serta dua abad pertama Masehi. Itulah mengapa jumlah piramidanya lebih banyak," tutur Price.
Selain itu, ukuran piramida di Sudan umumnya lebih kecil dibandingkan monumen besar di Giza. Kondisi tersebut memungkinkan pembangunan piramida dalam jumlah lebih banyak.
Diperkirakan, bangunan serupa juga pernah banyak ditemukan di Mesir. Namun, sebagian besar tidak bertahan akibat penjarahan maupun faktor alam dan waktu. Sementara itu, sejumlah piramida di Sudan masih terpelihara karena berada di kawasan yang relatif terpencil. (BBC)
PREVIOUS ARTICLE
SMS of Death Bisa Bikin HP Android Bootloop
































