Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

AI Bantu Penelitian Populasi Anjing Laut di Pantai Newburgh Skotlandia

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 pukul 11.56 WIB
ai_bantu_penelitian_populasi_anjing_laut_di_pantai_newburgh_skotlandia

Anjing laut di Pantai Newburgh. (Foto: thetravelhack.com)

news_banner

Aberdeenshire, MISTAR.ID

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dimanfaatkan untuk membantu penelitian populasi anjing laut di Pantai Newburgh, Aberdeenshire, Skotlandia. Teknologi ini mampu memangkas waktu analisis data secara signifikan dibanding metode konvensional.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ahli biologi kelautan sekaligus mahasiswa PhD, Claire Stainfield, yang menggunakan rekaman drone untuk memantau dan menghitung jumlah anjing laut di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah peningkatan jumlah wisatawan berdampak terhadap populasi anjing laut, seperti dilaporkan BBC, Minggu.

Claire mengatakan, proses pengolahan data rekaman drone sebelumnya dapat memakan waktu hingga berjam-jam. Namun, dengan bantuan AI, analisis yang sama kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik. Ia berharap teknologi ini dapat diterapkan lebih luas di bidang ekologi.

Pantai Newburgh, tepatnya di Muara Sungai Ythan, telah ditetapkan sebagai lokasi resmi tempat anjing laut naik ke darat sejak 2017. Kawasan ini merupakan wilayah darat yang dilindungi dan menjadi tempat anjing laut beristirahat serta berkembang biak.

Menurut Claire, jumlah anjing laut di pantai tersebut meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika sekitar 50 tahun lalu jumlahnya hanya sekitar 10 hingga 20 ekor, kini pada puncaknya populasi anjing laut di kawasan itu bisa melebihi 3.000 ekor.

Seiring dengan peningkatan populasi anjing laut, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Newburgh juga terus bertambah. Mengganggu anjing laut dalam bentuk apa pun merupakan pelanggaran hukum, sehingga pengunjung diminta tetap berada di sisi selatan pantai. Penggunaan drone rekreasi juga dilarang, kecuali untuk keperluan penelitian dengan izin khusus.

Dalam penelitiannya, Claire mengumpulkan data seminggu sekali selama dua tahun, termasuk pada musim dingin. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan terhadap anjing laut relatif kecil apabila pengunjung tetap berada di sisi selatan pantai.

Ia menjelaskan, pada musim panas anjing laut lebih banyak berada di mulut muara sungai karena aktivitas mencari makan di laut, bertepatan dengan meningkatnya jumlah pengunjung.

Sementara pada musim dingin, saat anjing laut berkembang biak dan berganti bulu, mereka cenderung berada di garis pasang tertinggi yang dekat dengan jalur pejalan kaki, meski jumlah wisatawan saat itu relatif lebih sedikit.

Claire menambahkan, penggunaan AI sangat membantu dalam memproses data karena mampu menggantikan penghitungan manual ribuan anjing laut pada rekaman drone. Model AI yang dilatih khusus tersebut mampu memproses gambar yang sebelumnya memerlukan waktu berjam-jam menjadi hanya beberapa detik.

Ke depan, Claire berencana menguji teknologi ini di lokasi lain serta pada spesies yang berbeda, seiring meningkatnya pemanfaatan drone dalam penelitian ekologi. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN