Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Ahli Sebut Fenomena Sinkhole Kerap Terjadi di Kawasan Batu Kapur Sumbar

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 pukul 11.11 WIB
ahli_sebut_fenomena_sinkhole_kerap_terjadi_di_kawasan_batu_kapur_sumbar

Ilustrasi. Warga Sumbar geger dengan fenomena tanah berlubang besar atau sinkhole. (Foto: Reuters/Umit Bektas)

news_banner

Padang, MISTAR.ID

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menyebut fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang dengan diameter cukup besar kerap terjadi di kawasan batu kapur, termasuk di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

“Fenomena sinkhole ini sebenarnya sering terjadi, terutama di daerah bukit kapur,” kata Ade Edward, dikutip dari Antara.

Ade menjelaskan, Nagari Situjuah Batua merupakan kawasan batu kapur yang tertutup material erupsi Gunung Sago sehingga tidak tampak secara kasat mata. Kawasan tersebut dikenal subur dan banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian.

Menurut Ade, batuan kapur memiliki sifat mudah larut ketika terkena air hujan. Proses pelarutan ini dapat menimbulkan retakan di bawah permukaan tanah yang pada akhirnya memicu terbentuknya lubang besar atau sinkhole.

Ia menambahkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Nagari Situjuah Batua. Fenomena sinkhole sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan Kamang, Kabupaten Agam, yang sama-sama berada di wilayah batuan kapur.

Ade mengatakan, di lokasi terjadinya sinkhole umumnya terdapat sungai bawah tanah. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama jika berada di kawasan permukiman atau dekat dengan rumah penduduk.

Ia menduga lubang besar yang muncul secara tiba-tiba di Nagari Situjuah Batua kemungkinan disebabkan adanya penyumbatan di bawah tanah yang memicu retakan hingga tanah ambruk.

Untuk mencegah risiko kecelakaan, Ade menyarankan pemerintah daerah maupun masyarakat segera menutup atau menimbun lubang tersebut menggunakan material tanah, pasir, dan batu, serta dilanjutkan dengan pengecoran.

“Ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal menyebutnya dengan istilah sawah luluih,” ujarnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN