Indonesia Bertekad Luncurkan Roket Secara Mandiri

Roket. (Foto: Courtesy SpaceX via Unsplash)
Jakarta, MISTAR.ID
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan Indonesia memiliki tekad kuat untuk mempercepat kemandirian teknologi antariksa. Salah satu langkah strategis yang disorot adalah penguatan fungsi Bandar Antariksa Biak sebagai pusat peluncuran nasional.
Menurut Arif, kemampuan Indonesia untuk meluncurkan roket dan satelit secara mandiri sebenarnya dapat segera terwujud, asalkan koordinasi antar kementerian dan lembaga berjalan efektif dan selaras.
Sebagai informasi, pembangunan dan pengembangan bandar antariksa telah diatur dalam Rencana Induk Keantariksaan Nasional (Renduk) 2017–2040 yang memuat arah dan visi jangka panjang penguasaan teknologi antariksa Indonesia.
Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Rika Andiarti, menjelaskan bahwa Renduk dievaluasi setiap lima tahun. Dalam kondisi saat ini, sejumlah sasaran dan pendekatan dinilai perlu disesuaikan agar lebih realistis dan mampu menjawab perkembangan zaman.
“Evaluasi Renduk dilakukan secara berkala. Pada fase sekarang, target dan strategi harus dirumuskan ulang supaya lebih adaptif,” ujar Rika dalam keterangan tertulis di laman resmi BRIN, Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan, penerapan rencana tersebut menghadapi tantangan berupa dinamika global serta percepatan kemajuan teknologi yang sangat cepat.
Arif juga menyampaikan bahwa pembahasan terkait aspek kelembagaan masih terus berlangsung bersama Kementerian PAN-RB serta kementerian dan lembaga lainnya. Namun, ia menekankan bahwa efektivitas pelaksanaan fungsi jauh lebih penting dibandingkan bentuk struktur organisasi semata.
“Yang terpenting adalah fungsi keantariksaan bisa berjalan secara terpadu dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa pencapaian keunggulan di sektor antariksa menuntut komitmen penuh dan kerja serius. Ia menilai tidak ada negara yang berhasil menguasai teknologi antariksa dengan upaya setengah hati.
“Keberhasilan di bidang antariksa sangat bergantung pada bagaimana waktu dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Ia pun mendorong para peneliti untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas riset, termasuk memanfaatkan peluang pendanaan riset internasional yang kini semakin terbuka. Ke depan, sistem pendanaan serta penghargaan riset akan terus dibenahi untuk menunjang publikasi ilmiah dan pengembangan teknologi strategis nasional. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
BMKG Prakirakan Cuaca Berawan hingga Hujan di Wilayah IndonesiaBERITA TERPOPULER



















