Friday, October 30, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Turun Langsung Cari Solusi Persoalan Daerah

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 14.29 WIB
wamendiktisaintek_dorong_kampus_turun_langsung_cari_solusi_persoalan_daerah_

Wamendiktisaintek, Fauzan. (foto: antara/mistar)

Malang, MISTAR.ID - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, mendorong perguruan tinggi agar lebih aktif mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

Menurutnya, setiap kampus perlu melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap permasalahan di wilayah sekitarnya. Hasil identifikasi tersebut kemudian dijadikan dasar untuk merancang solusi dan melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat.

"Masing-masing kampus melihat problem daerahnya yang diidentifikasi oleh kampus seperti apa. Dari situ diharapkan kampus langsung terjun untuk terlibat mengatasi persoalan," ujar Fauzan setelah menghadiri Living Lab Summit 2026: Seminar Nasional dan Pameran Living Lab di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, setiap daerah memiliki karakteristik dan tingkat kompleksitas persoalan yang berbeda. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Fauzan menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam merumuskan dan menerapkan solusi bagi masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata implementasi program Kampus Berdampak.

Namun, ia mengingatkan keberhasilan sebuah solusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademisi dalam merancang program. Penerimaan dan keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting agar solusi yang ditawarkan dapat berjalan efektif.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat daerah memiliki intensitas, kualitas, dan kuantitas yang beragam sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, pelaksanaan Living Lab Summit 2026 diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menggali, mengembangkan, serta menerapkan ilmu pengetahuan secara tepat guna membantu menyelesaikan persoalan di daerah.

Ia mencontohkan salah satu bentuk kontribusi kampus melalui penguatan keterhubungan antara sektor pertanian dan peternakan dengan akses pasar. Selain itu, perguruan tinggi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam meningkatkan keterampilan mengembangkan produk berbasis jagung dan komoditas lainnya.

"Dan tidak hanya itu, skill untuk developing produk jagung dan lainnya itu juga diberikan kepada masyarakat," ujarnya.

Widodo menegaskan, penyelesaian persoalan daerah tidak dapat dilakukan secara instan melalui satu atau dua kali kegiatan. Dibutuhkan program pendampingan yang berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut dinilai penting karena perguruan tinggi tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat secara mandiri.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN