Monday, September 14, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

PIP 2026 Diperluas ke TK/PAUD, Penerima di Siantar Dapat Rp450 Ribu per Tahun

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 17.11 WIB
pip_2026_diperluas_ke_tkpaud_penerima_di_siantar_dapat_rp450_ribu_per_tahun

Kantor Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. (foto: dok Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Program Indonesia Pintar (PIP) mulai diperluas ke jenjang Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (TK/PAUD) pada 2026. Di Kota Pematangsiantar, pendataan calon penerima program tersebut masih berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, mengatakan bantuan PIP untuk jenjang TK/PAUD ditetapkan sebesar Rp450 ribu per siswa setiap tahun.

"Dana untuk TK Rp450.000 per siswa dan per tahun. Program ini baru tahun ini dan masih dilakukan pendataan," ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, pendataan penerima PIP mengacu pada integrasi sejumlah basis data, yakni Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Yang pertama itu, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan sekolah TK wajib melakukan pemutakhiran data siswa. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS Kemensos), hal ini prioritas siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin. Dukcapil, yang di mana NIK harus valid. Jika NIK tidak valid di Dukcapil, siswa tidak bisa diusulkan meskipun masuk DTKS," jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, terdapat 493 anak yang bersekolah di TK negeri dan 2.014 anak di TK swasta. Dengan demikian, jumlah siswa TK negeri dan swasta di Pematangsiantar mencapai 2.507 orang.

Namun, jumlah tersebut merupakan keseluruhan siswa TK dan bukan jumlah penerima PIP, karena proses pendataan penerima program masih berlangsung.

Syaiful mengatakan pengawasan dilakukan untuk mencegah munculnya data fiktif dalam proses penetapan penerima.

"Untuk jumlah seluruhnya TK negeri dan TK swasta di Pematangsiantar ada 2.507 orang. Dan untuk pengawasan menghindari data fiktif dilakukan crosscheck data Dapodik dengan DTKS, kemudian sidak ke sekolah sampel dan menindaklanjuti laporan masyarakat," ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN