Monday, September 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Asap Karhutla Sumsel, Jambi dan Kalimantan Terdeteksi di 20 Wilayah Sumut

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 17.40 WIB
asap_karhutla_sumsel_jambi_dan_kalimantan_terdeteksi_di_20_wilayah_sumut_

Peta sebaran asap akibat karhutla yang terdeteksi di wilayah Sumut. (Foto: BMKG)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan, Sumatera Selatan (Sumsel), serta Jambi kembali terdeteksi di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Senin (14/9/2026).

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, dalam keterangan persnya.

Hendro menyampaikan, sebaran asap hari ini terdeteksi di 20 kabupaten/kota di Sumut, termasuk Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Simalungun.

“Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada hari ini, terdeteksi asap di wilayah Sumut seperti Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Batu Bara, Samosir, Toba, serta Mandailing Natal,” katanya.

Kemudian, lanjut Hendro, sebaran asap juga terdeteksi di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Kota Tanjungbalai, Sibolga, dan Padangsidimpuan.

“Sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut, mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit dan Stasiun Meteorologi Aek Godang, kata dia, terjadi penurunan jarak pandang menjadi 1-4 kilometer. Penurunan jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap.

“Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) di Sumut kategori sedang,” ujarnya.

Sementara itu, tambah Hendro, hasil pantauan sebaran titik panas atau hotspot di Sumut menunjukkan terdeteksi empat titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah, yakni tiga titik di Tapanuli Selatan dan satu titik di Tapanuli Utara.

“Masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak pandang, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN