Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Membaca Nyaring Bisa Tumbuhkan Kecintaan Anak Terhadap Buku

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 14.48 WIB
membaca_nyaring_bisa_tumbuhkan_kecintaan_anak_terhadap_buku

Guru, calon guru, pegiat literasi dan ibu rumah tangga sedang belajar untuk membaca nyaring yang digelar Teras Baca Agmarani (TBA) di Nutrihub Medan, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok.TBA/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Membaca nyaring (read aloud) dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan minat sekaligus kecintaan anak terhadap buku.

Melalui metode ini, kegiatan membaca tidak hanya dilakukan dengan suara keras, tetapi juga menghadirkan cerita dan membangun kedekatan dengan anak.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU), Yolferi dalam Lokakarya Membaca Nyaring yang digelar Teras Baca Agmarani (TBA) di Nutrihub Medan, Selasa (15/9/2026).

Menurut Yolferi, membaca nyaring merupakan salah satu metode penting yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan bahan bacaan secara menarik dan bermakna. Guru juga berperan menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi siswa.

“Dengan memiliki keterampilan dalam membaca nyaring, guru bisa membangun interaksi dan suasana pembelajaran yang lebih menarik. Sehingga siswa bisa jadi lebih tertarik dengan buku-buku,” katanya.

Ketua Panitia, Khairani Harahap mengatakan, membaca nyaring tidak hanya sekadar membaca dengan suara keras. Metode tersebut juga dapat menghadirkan cerita dan membangun kedekatan sehingga anak lebih menyukai buku.

“Membaca nyaring itu bukan hanya membaca dengan suara keras, tetapi juga bisa menghadirkan cerita, membangun kedekatan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku,” ucap Khairani.

Lokakarya tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri dari guru, calon guru, pegiat literasi dan ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca nyaring sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan keluarga dan sekolah.

Khairani bersama pendiri TBA Mahniar Sinaga berharap gerakan literasi dapat terus diperluas secara berkelanjutan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, lingkungan sekitar hingga komunitas-komunitas literasi.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan perwakilan Nutrihub Medan, Dea Khairani yang menyambut baik pemanfaatan ruang tersebut sebagai wadah kolaborasi para pegiat literasi.

Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber, yakni Pendiri Cerita Baik Foundation Indriani dan Pendiri Rute Cerdas Mawardah. Keduanya membagikan pengalaman dan praktik membaca nyaring yang telah diterapkan dalam komunitas masing-masing.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN