Gebyar Hari Anak di Dispusip Sumut, Orang Tua Diajak Dampingi Anak Gemar Membaca

Kepala Dispusip Sumut, Desni Maharani Saragih berfoto bersama para siswa. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (23/7/2026) – Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara (Dispusip Sumut) menggelar Gebyar Hari Anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli.
Kepala Dispusip Sumut, Desni Maharani Saragih, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendekatkan kembali anak-anak dengan perpustakaan serta meningkatkan minat baca, baik melalui buku fisik maupun buku elektronik, tanpa melupakan fungsi perpustakaan sebagai tempat menggali pengetahuan.
“Sengaja kita buat di perpustakaan supaya anak-anak melihat bahwa perpustakaan sekarang itu bukan tempat hanya untuk membaca buku, tapi tempat mereka bisa berkreasi, bermain, belajar, dan mereka juga akan lebih dekat dengan buku. Karena sudah jelas, buku adalah jendela dunia,” tuturnya kepada Mistar, Kamis (23/7/2026).
Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya storytelling, mendongeng, bermain alat musik, bernyanyi, face painting, dan pelatihan animasi yang diikuti siswa mulai dari jenjang TK hingga SMP.
Desni juga berpesan kepada para orang tua untuk turut mendampingi anak-anak dalam membaca buku. Pasalnya, anak-anak saat ini lebih banyak menggunakan gawai dan bermain gim daripada membaca buku.
Perhatian yang diberikan, meski hanya dengan bertanya, "Baca buku apa hari ini?", "Kamu suka tidak isi bukunya?", atau "Bukunya menceritakan tentang apa?", disebut sangat berarti dan membuat anak merasa diperhatikan oleh orang tua.
“Sekarang, di rumah semuanya asyik dengan gadget masing-masing, bahkan meja makan yang kita harapkan bisa menjadi tempat komunikasi orang tua dengan anak itu pun sudah mulai hilang. Jadi, kita berharap memang ada orang tua yang mendampingi anak-anaknya. Bukan harus buku tebal, tetapi ada beberapa menit saja setiap hari,” katanya lagi.
Sementara itu, kepada para guru, Desni juga berpesan agar melatih anak-anak gemar membaca melalui penyampaian bahan ajar yang kreatif sehingga siswa akan lebih tertarik dan rasa ingin tahunya meningkat. Selain itu, guru juga diharapkan mampu memadukan penggunaan buku konvensional dengan buku elektronik dalam proses pembelajaran.
“Tadi saya bilang teknologi sekarang bukan untuk dimusuhi, bukan. Mereka harus hidup berdampingan, terutama dengan generasi yang sekarang. Tapi mereka harus dipandu, bagaimana cara menggunakan gadget dengan baik, yang bisa mendukung pembelajaran mereka,” ucap Desni. (hm27)























