Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kemendikdasmen Fokus Pendidikan Bermutu 2026, Kompetensi Guru dan Anti-Bullying Jadi Prioritas

Mistar.idSelasa, 10 Maret 2026 pukul 17.49 WIB
kemendikdasmen_fokus_pendidikan_bermutu_2026_kompetensi_guru_dan_antibullying_jadi_prioritas

Foto bersama usai rapat koordinasi teknis bersama Direktur Jenderal GTK Pendidikan Guru, Prof. Nunuk Suryani di Medan. (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan arah kebijakan tahun 2026 dengan tajuk Pendidikan Bermutu untuk Semua. Kebijakan ini menekankan penguatan karakter siswa serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru secara merata di seluruh wilayah, termasuk Provinsi Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal GTK Pendidikan Guru, Prof. Nunuk Suryani, pada Rapat Koordinasi Teknis Program Prioritas Kemendikdasmen Bidang GTK di Medan. Ia menyebutkan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Pembangunan SDM yang unggul itu tertuang dalam Asta Cita keempat. Di sini fokusnya adalah membangun sumber daya manusia, sains, teknologi, kesehatan, prestasi, olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan,” katanya, Selasa (10/3/2026).

Dengan mengusung pendidikan bermutu untuk semua, ia berharap semua insan yang berhak untuk mendapatkan peningkatan kompetensi dapat tersentuh. “Yang paling utama adalah setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keprihatinan mendalam terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah yang kini tidak hanya terjadi dari guru ke siswa, tetapi juga sebaliknya, hingga antarsiswa.

"Kami sangat ingin karakter ditanamkan dengan baik. Oleh karena itu, kami ada program peningkatan kecakapan ke-BK-an (Bimbingan Konseling) kepada seluruh guru, bukan hanya guru BK. Harapannya, semua guru punya kepedulian dan perhatian sehingga gejala tindakan bullying atau perubahan sikap anak yang murung bisa kita cegah sejak dini," tuturnya.

Selain penguatan karakter, Prof. Nunuk menekankan kewajiban sekolah umum untuk melayani anak berkebutuhan khusus melalui program Guru Pendidikan Khusus (GPK) Inklusi. Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan menyediakan unit disabilitas di setiap kabupaten/kota guna mendampingi dan mengajar siswa berkebutuhan khusus.

“Kemudian juga ada berbagai pelatihan, seperti peningkatan kualifikasi akademik, pelatihan peningkatan kompetensi, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru, dan juga penguatan literasi numerasi yang menjadi fokus kita saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara (BBGTK Sumut), Dr. Joko Ahmad Julifan, mengatakan bahwa rakortek ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan arah kebijakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan di Sumut.

Ia menjelaskan, BBGTK Sumut memiliki beberapa fungsi, mulai dari pemetaan kompetensi, pengembangan media, hingga pelaksanaan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Saat ini, kami telah melaksanakan berbagai program prioritas Kemendikdasmen. Pertama, program penguatan karakter dan kesehatan sekolah. Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, kesejahteraan guru, serta penguatan literasi dan numerasi,” katanya.

Capaian dan Target BBGTK Sumatera Utara

Joko juga menyampaikan sejumlah capaian signifikan BBGTK Sumut sepanjang tahun 2025. Salah satu lonjakan terlihat pada pendaftaran program peningkatan kualifikasi S1/D4 bagi guru.

"Pada tahun 2025 tercatat ada 394 guru yang terdaftar, dan di tahun 2026 ini Alhamdulillah mendapat kenaikan yang cukup signifikan menjadi 1.381 guru yang saat ini dalam proses pengumuman seleksi," tuturnya menjelaskan.

Tak hanya itu, pada 2025, BBGTK Sumut juga memfasilitasi kegiatan seleksi administrasi PPG yang diikuti sebanyak 21.353 guru. Selain itu, juga memfasilitasi pelaksanaan peningkatan kompetensi bagi GTK melalui kegiatan pelatihan pembelajaran mendalam (PM).

“Alhamdulillah pada tahun 2025, tercatat sebanyak 3.541 sekolah dan 11.722 guru, kepala sekolah, serta pengawas sekolah yang sudah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam,” kata Joko.

Untuk tahun 2026, pelaksanaan PM akan dioptimalkan melalui kelompok kerja di masing-masing wilayah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Selanjutnya, program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) telah menyentuh sebanyak 2.440 guru. Peningkatan kompetensi lain adalah pelatihan bimbingan dan konseling. Di 33 kabupaten/kota di Sumut, BBGTK sudah mencetak sebanyak 961 fasilitator daerah.

“Harapannya, fasilitator daerah ini dapat diberdayakan penuh oleh rekan-rekan dari dinas pendidikan, untuk bagaimana dapat menyentuh guru-guru BK ataupun non-BK di wilayah masing-masing,” ujarnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN