Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Kronologi Kasus Finansial Manchester City hingga Dinyatakan Bersalah oleh Premier League

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 12.09 WIB
kronologi_kasus_finansial_manchester_city_hingga_dinyatakan_bersalah_oleh_premier_league

Kasus pelanggaran finansial Manchester City memicu perdebatan mengenai potensi dampaknya terhadap kredibilitas dan integritas kompetisi Premier League. (foto: (foto: google/mistar)

news_banner

Manchester, MISTAR.ID - Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial yang melibatkan Manchester City memasuki babak baru. Premier League mengumumkan hasil pemeriksaan komisi regulasi independen terhadap 115 tuduhan yang sebelumnya diajukan kepada klub tersebut, Selasa (29/9/2026) lalu.

Dalam putusannya, Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan. Pelanggaran yang dinyatakan terbukti antara lain berkaitan dengan aturan finansial Premier League pada periode 2009 hingga 2018.

Komisi menemukan adanya praktik peningkatan pendapatan secara artifisial serta pengurangan biaya yang dilaporkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pendapatan yang dinilai dilebihkan mencapai 855,2 juta poundsterling, sedangkan pengeluaran yang dilaporkan lebih rendah mencapai 66,2 juta poundsterling.

Selain persoalan laporan finansial, Manchester City juga dinyatakan melanggar sejumlah kewajiban untuk bekerja sama dengan proses pemeriksaan dan bertindak dengan itikad baik.

Meski demikian, putusan tersebut belum menentukan hukuman yang akan diterima Manchester City. Premier League menyatakan sanksi akan dibahas dan diputuskan dalam persidangan lanjutan oleh komisi terkait.

Kasus ini mulai mendapat perhatian luas pada November 2018 setelah Der Spiegel menerbitkan laporan berdasarkan dokumen Football Leaks. Laporan tersebut memuat tuduhan bahwa Manchester City melakukan pelanggaran terhadap aturan Financial Fair Play (FFP).

Publikasi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi UEFA untuk membuka penyelidikan terhadap klub asal Manchester itu.

Pada Maret 2019, UEFA memulai penyelidikan formal terhadap Manchester City terkait tuduhan yang sebelumnya muncul dalam laporan Der Spiegel. Dua bulan kemudian, pada Mei 2019, Manchester City mempertanyakan proses investigasi tersebut dan menempuh jalur banding.

Pada November 2019, Court of Arbitration for Sport (CAS) menyatakan banding Manchester City tidak dapat diterima dalam proses tersebut.

Perkembangan berikutnya terjadi pada Februari 2020 ketika UEFA menjatuhkan larangan tampil selama dua tahun di kompetisi Eropa serta denda sebesar 30 juta euro kepada Manchester City.

Klub kemudian mengajukan banding terhadap keputusan tersebut ke CAS. Pada Juli 2020, CAS membatalkan larangan dua tahun yang dijatuhkan UEFA kepada Manchester City.

Dalam putusannya, CAS menyatakan sebagian tuduhan mengenai pendapatan sponsor tidak terbukti. Sebagian tuduhan lainnya juga tidak dapat diproses karena telah melewati batas waktu lima tahun.

Namun, CAS menyatakan Manchester City melakukan pelanggaran serius dalam hal kerja sama dengan penyelidik UEFA.

Kasus kemudian berlanjut di tingkat Premier League. Pada Juli 2021, Manchester City kalah dalam perkara yurisdiksi yang membuka kemungkinan pemberitaan media mengenai penyelidikan Premier League terhadap klub tersebut.

Pada April 2022, Der Spiegel kembali melaporkan perkembangan penyelidikan Premier League yang disebut telah berlangsung selama sekitar tiga tahun. Laporan tersebut memuat sejumlah dugaan pelanggaran secara lebih terperinci.

Puncaknya terjadi pada Februari 2023. Premier League secara resmi mengajukan 115 tuduhan terhadap Manchester City dan menyerahkan perkara tersebut kepada komisi independen.

Tuduhan itu mencakup dugaan pemberian informasi finansial yang tidak akurat, pelanggaran aturan FFP, aturan profitabilitas dan keberlanjutan, kegagalan melaporkan sejumlah kontrak, serta dugaan tidak bekerja sama selama proses investigasi.

Saat itu, Pep Guardiola menyatakan Manchester City berhak dianggap tidak bersalah hingga proses pemeriksaan selesai.

Pada Mei 2023, setelah Manchester City meraih gelar Premier League kelima dalam enam musim, Guardiola juga meminta agar proses pemeriksaan terhadap klub segera diselesaikan.

Persidangan atas 115 tuduhan tersebut akhirnya dimulai pada September 2024. Proses pemeriksaan berlangsung sekitar 10 pekan di hadapan komisi independen yang terdiri dari tiga hakim.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN