Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Ratu Belanda Máxima Kunjungi Indonesia: Agenda Padat, Tokoh Penting, dan Misi Finansial Global

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 pukul 15.06 WIB
ratu_belanda_mxima_kunjungi_indonesia_agenda_padat_tokoh_penting_dan_misi_finansial_global

Ratu Máxima dari Belanda tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten pada Senin malam, 24 November 2025. (Foto: BPMI Setpres/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kedatangan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti ke Indonesia pada 24–27 November 2025 menjadi salah satu kunjungan internasional paling menonjol tahun ini.

Lawatan tersebut tidak hanya membawa pesan diplomasi, tetapi juga agenda besar tentang kesehatan finansial dan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai tokoh global yang memegang posisi penting di PBB, kunjungan ini memiliki dampak strategis bagi kerja sama Indonesia–Belanda serta pembangunan ekonomi inklusif.

Profil dan Rekam Jejak Ratu Máxima

Ratu Máxima lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Mei 1971. Ia menempuh pendidikan ekonomi sebelum membangun karier profesional yang cemerlang di sektor keuangan internasional.

Berbagai posisi strategis pernah ia pegang, mulai dari Mercado Abierto hingga perusahaan perbankan besar di New York seperti HSBC dan Deutsche Bank.

Sejak menikahi Raja Willem-Alexander pada tahun 2002, Máxima tidak hanya menjalankan perannya sebagai Ratu Konsort, tetapi juga menjadi salah satu pemimpin global dalam advokasi layanan keuangan inklusif.

Ia dipercaya sebagai UN Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) untuk Inklusi dan Kesehatan Finansial, membuat namanya dikenal luas sebagai tokoh yang memperjuangkan akses keuangan yang aman, sehat, dan memberdayakan masyarakat.

Siapa yang Akan Ditemuinya?

Selama berada di Indonesia, Ratu Máxima dijadwalkan bertemu sejumlah tokoh kunci dan lembaga penting, termasuk:

Presiden Prabowo Subianto, untuk membahas temuan dan rekomendasi terkait kebijakan finansial inklusif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya terkait pencegahan penipuan finansial, literasi keuangan, serta regulasi digital.

Pemimpin perusahaan fintech, perbankan, dan lembaga keuangan, guna mendorong produk keuangan yang lebih aman dan terjangkau.

Para pekerja, pelaku UMKM, dan rumah tangga berpenghasilan rendah, untuk mendengar langsung tantangan finansial mereka.

IFC, PBB, dan lembaga pembangunan internasional, yang berperan dalam pendanaan inklusif serta program risiko keuangan.

Kombinasi pertemuan ini menegaskan fokus kunjungannya: memperkuat kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan ketahanan keuangan masyarakat Indonesia.

Dalam Rangka Apa? Ini Fokus Utama Agendanya

Kunjungan ini merupakan working visit, bukan kunjungan seremonial. Fokus utamanya adalah:

1. Mempromosikan Kesehatan Finansial (Financial Health)

Ratu Máxima membawa misi global PBB untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat, terutama kelompok rentan.

2. Mendukung Regulasi Keuangan yang Lebih Aman

Bersama OJK, ia menekankan pentingnya perlindungan konsumen, pencegahan penipuan, hingga edukasi digital bagi pengguna aplikasi keuangan.

3. Mendorong Inovasi dan Teknologi Keuangan Inklusif

Pertemuan dengan startup fintech, bank, dan investor bertujuan memperluas akses layanan seperti asuransi mikro, tabungan, kredit UMKM, hingga pembiayaan perumahan.

4. Meninjau Program Ekonomi Kerakyatan

Mulai dari pekerja pabrik garmen hingga pengrajin batik, ia ingin melihat langsung bagaimana layanan keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

5. Menghadiri National Financial Health Event bersama OJK

Di sini ia menyampaikan pesan utama tentang pentingnya penggunaan keuangan yang bijak, aman, dan berorientasi jangka panjang.

Lokasi-Lokasi Penting yang Akan Dikunjunginya

Selama empat hari, Ratu Máxima memiliki jadwal padat di dua kota utama:

* Surakarta (Solo), Jawa Tengah – 25 November

- Mengunjungi pabrik garmen dalam program RISE (Reimagining Industries to Support Equality).

- Meninjau workshop batik dan berbincang dengan pengrajin UMKM perempuan.

- Menghadiri forum dengan pemuda, wirausahawan, serta organisasi pemberdayaan gender.

* Jakarta – 24 dan 26–27 November

- Kantor PBB dan IFC untuk diskusi pendanaan inklusif.

- Proyek perumahan Gran Harmoni Cluster Housing, termasuk bertemu keluarga pembeli rumah berpendapatan rendah.

- Kantor Deloitte: membahas dukungan perusahaan terhadap kesehatan finansial karyawan.

- Forum Mastercard Center for Inclusive Growth tentang akses keuangan mikro dan perlindungan risiko.

- Puncaknya, National Financial Health Event bersama OJK.

Setiap lokasi dipilih secara strategis untuk menggambarkan spektrum lengkap layanan keuangan — dari publik, swasta, hingga masyarakat akar rumput.

Makna Kunjungan Ratu Máxima bagi Indonesia

Kunjungan ini membawa beberapa implikasi penting:

- Pengakuan internasional atas kemajuan Indonesia dalam inklusi keuangan.

- Dorongan kuat bagi sektor keuangan digital agar lebih aman dan ramah bagi masyarakat kecil.

- Kolaborasi jangka panjang antara Indonesia, Belanda, PBB, dan lembaga global dalam meningkatkan ketahanan finansial.

- Perhatian pada sektor UMKM dan pekerja pabrik, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Lawatan ini bukan hanya simbol diplomasi, tetapi bagian dari upaya global untuk memastikan masyarakat memiliki sistem keuangan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga sehat dan memberdayakan.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN