Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pemerintah Mulai Terapkan Sekolah Nasional Terintegrasi di 17 Daerah

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 15.11 WIB
pemerintah_mulai_terapkan_sekolah_nasional_terintegrasi_di_17_daerah

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan keterangan media terkait dengan isu-isu terkini di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Foto: Antara/Ho-Badan Komunikasi Pemerintah)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah mulai menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada tahun ajaran 2026-2027 di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 13 provinsi sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pemerataan mutu pendidikan di daerah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan penyelenggaraan SNT merupakan langkah pemerintah untuk menjawab masih terbatasnya pemerataan sekolah berkualitas di Indonesia.

"Baru sekitar 4 persen kecamatan di Indonesia yang memiliki sekolah SMP dan SMA dengan capaian mutu baik. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT," ujar Qodari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan. Pada tahun ajaran 2026-2027, program tersebut diterapkan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Qodari menjelaskan, penerimaan peserta didik baru SNT dibuka bagi calon murid kelas VII SMP dan kelas X SMA. Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sembari pembangunan kampus permanen terus dilakukan.

"Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada," katanya.

Ia menambahkan, SNT dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta kemitraan dengan sekolah-sekolah di sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, SNT menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEM (sains, teknologi, rekayasa, teknik, matematika) serta olahraga. Program tersebut juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter, minat, bakat, dan talenta.

Qodari menegaskan, SNT melengkapi berbagai program pendidikan pemerintah lainnya, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

"Masing-masing memiliki sasaran dan pendekatan yang berbeda, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara optimal," ujarnya. (hm25/antara)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN