Saturday, September 12, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

IDAI Sumut Kritik Wapres Gibran Bawa Dokter Pribadi Tangani Siswa Keracunan MBG di Karo

Mistar.idSabtu, 12 September 2026 pukul 14.30 WIB
idai_sumut_kritik_wapres_gibran_bawa_dokter_pribadi_tangani_siswa_keracunan_mbg_di_karo

Wapres Gibran Rakabuming Raka di RS Efarina Etaham, Berastagi, Karo, Jumat (11/9/2026). (foto: Sekretariat Wakil Presiden RI/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Karo membawa seorang dokter pribadinya untuk membantu penanganan kondisi para siswa keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat kritik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara (Sumut).

Gibran datang ke Karo membawa seorang dokter pribadinya untuk membantu penanganan kondisi para siswa, yang masih mengalami keluhan akibat dampak dari MBG.

Ketua IDAI Cabang Sumut, dr Rizky Ardiansyah Sp.A, menilai penugasan dokter pribadi Wapres dapat meragukan kapasitas dokter yang ada di daerah.

"Langkah itu dinilai tidak terlalu mendesak, lantaran Sumut memiliki sumber daya manusia khususnya dokter spesialis anak dan tenaga medis yang memadai," ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Rizky mengapresiasi perhatian Wapres kepada para korban keracunan MBG di Karo. Namun, kondisi ini tidak harus mendatangkan dokter pribadinya ke Kabupaten Karo.

"Sumut memiliki lebih dari 300 dokter spesialis anak, 50 lebih dokter subspesialis anak dari disiplin ilmu berbeda dan Kabupaten Karo memiliki setidaknya lima dokter spesialis anak," katanya.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI itu mengatakan, penanganan para siswa yang mengalami keracunan sudah sesuai standar pelayanan kesehatan pada anak tersebut.

Sesuai kebutuhan medisnya, mereka telah ditangani di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Rumah Sakit Umum (RSU) Haji, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe dan RS Efarina Etaham.

"Layanan itu menunjukkan sistem dan rujukannya telah berjalan, namun saat ini dibutuhkan bukan hanya simbol kehadiran saja, melainkan penguatan pada sistemnya," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN