Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Diserbu Investor Kakap! Dari Ayam hingga Apartemen Rp1 Triliun, Ini 7 Proyek Baru yang Masuk ke IKN

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 08.44 WIB
diserbu_investor_kakap_dari_ayam_hingga_apartemen_rp1_triliun_ini_7_proyek_baru_yang_masuk_ke_ikn_

Ilustrasi, awasan perkantoran IKN yang memadukan gedung modern dan hunian ASN. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID — Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tidak lagi hanya dibangun dengan uang negara. Sejumlah investor kakap mulai berdatangan dan berebut mengambil bagian dalam pembangunan kota baru tersebut.

Kali ini, Otorita IKN kembali menandatangani kerja sama dengan para investor yang mayoritas bergerak di sektor perumahan hingga gaya hidup.

Mengutip CNBC Indonesia, Minggu (8/11/2026), total nilai kerja sama yang diteken mencapai triliunan rupiah. Rinciannya, proyek 8 menara rumah susun untuk ASN senilai Rp2,629 triliun, ditambah lima investasi langsung swasta murni di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas penunjang kawasan senilai total Rp1,11 triliun.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pembangunan 109 rumah tapak ASN bersama PT Intiland Development Tbk. Nilai investasinya mencapai Rp2,819 triliun.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan IKN tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembangunan juga didukung skema KPBU, investasi swasta, dan hibah.

"Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Basuki.

Untuk hunian ASN, Otorita IKN mengembangkan rumah susun dan rumah tapak melalui skema KPBU.

Proyek pembangunan 8 menara rumah susun digarap PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management sebagai pemrakarsa. Proyek ini terdiri atas 288 unit rumah susun berukuran 190 meter persegi yang berlokasi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A. Lahan yang digunakan seluas 6,84 hektare dengan biaya investasi Rp2,629 triliun.

Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menyebut kepercayaan tersebut sebagai amanah.

"Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara," ujar Firmansyah.

Sementara itu, proyek 109 Rumah Tapak ASN digarap PT Intiland Development Tbk melalui Badan Usaha Pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara. Proyek di WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN ini mencakup 109 unit rumah tapak masing-masing seluas 390 meter persegi.

Lahannya seluas 9,17 hektare, terbagi menjadi Persil 1 sebanyak 79 unit seluas 6,6 hektare dan Persil 2 sebanyak 30 unit seluas 2,4 hektare. Masa kerja sama proyek ini selama 10 tahun, terdiri atas 2 tahun masa konstruksi dan 8 tahun masa layanan. Pembangunan ditargetkan selesai pada Triwulan IV 2028.

Selain proyek perumahan, Otorita IKN juga meneken kerja sama investasi langsung swasta murni bersama lima pelaku usaha:

a. PT Berdikari (Persero) — Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3, berupa parent stock layer farm dan hatchery. Lahan 17,27 hektare, nilai investasi Rp177 miliar, kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.

b. PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park — Grand Vista Nusantara

Mengembangkan kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran di KIPP 1B. Lahan 3,57 hektare, nilai investasi Rp1 triliun.

"Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini," ujar Yang Jinghui, Director PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park.

c. PT Laziz Nusantara Grup — Kuliner Arab

Mengembangkan Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B. Lahan 0,54 hektare, nilai investasi Rp10 miliar.

d. PT FYP Karya Perdana — Teras Padu

Mengembangkan sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A. Lahan 0,45 hektare, nilai investasi Rp20 miliar.

e. PT Java Teak Indo — Mebel Jepara

Mengembangkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A. Lahan 0,2 hektare, nilai investasi Rp1,5 miliar.

Kehadiran perusahaan mebel Jepara ini disambut Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Menurutnya, IKN tidak hanya untuk investasi besar, tetapi juga memberi ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN. Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah," ujar Witiarso.

Melalui penandatanganan PKS proyek KPBU dan investasi murni tersebut, Otorita IKN berharap percepatan pembangunan ekosistem di Ibu Kota Nusantara terus terwujud. Kehadiran hunian ASN, fasilitas pangan, area komersial, kuliner, olahraga, serta layanan penunjang diharapkan mendorong IKN tumbuh sebagai kota yang semakin lengkap, produktif, dan berkelanjutan.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN