Saturday, November 7, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BNPB Catat Lonjakan Titik Panas Karhutla di Kalteng dan Papua Selatan

Mistar.idSabtu, 7 November 2026 pukul 12.49 WIB
bnpb_catat_lonjakan_titik_panas_karhutla_di_kalteng_dan_papua_selatan

Pemadaman karhutla. (Foto: Media Justitia)

Kalimantan Tengah, MISTAR.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga awal November 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan titik panas dan luas lahan terbakar, terutama di Kalimantan Tengah dan Papua Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan terdapat 821 titik panas di Kalimantan Tengah hingga Kamis (5/11/2026). Jumlah tersebut meningkat 93 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

"Naik sebesar 93 persen dari hari kemarin," kata Berton dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, dilihat pada Sabtu (7/11/2026).

Selain jumlah titik panas, luas lahan yang sedang ditangani akibat karhutla di Kalimantan Tengah juga bertambah. BNPB mencatat luasnya mencapai 1.641 hektare atau meningkat 147 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Peningkatan luas lahan yang ditangani juga terjadi di Kalimantan Timur, yakni sebesar 53 persen. Sebaliknya, sejumlah daerah justru mencatat penurunan luasan karhutla.

"Di Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah, mengalami penurunan dalam kisaran 20 sampai 50 persen,” kata Berton.

Selain wilayah tersebut, kebakaran hutan dan lahan masih dilaporkan terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.

Namun, perkembangan pada Jumat (6/11/2026) menunjukkan peningkatan titik panas di Papua Selatan. BNPB mencatat jumlahnya melonjak 66 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Secara nasional, BNPB mencatat sebanyak 1.468 titik panas dengan total 2.645 hektare lahan yang masih dalam penanganan.

"Titik panas terbanyak ada di Kalimantan Tengah dan Papua Selatan. Kalimantan Tengah naik 20 persen, sedangkan Papua Selatan melonjak 66 persen," ujar Berton dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (6/11/2026).

Di sisi lain, tiga provinsi mengalami penurunan jumlah titik panas. Kalimantan Timur turun 2 persen, Kalimantan Selatan berkurang 31 persen, dan Sulawesi Tengah menurun 37 persen. (bnpb)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN