Saturday, November 7, 2026
home_banner_first
MEDAN

KAI Bangun 12 Pos Jaga Perlintasan Sebidang di Sejumlah Titik Rawan Sumut

Mistar.idSenin, 21 September 2026 pukul 15.36 WIB
kai_bangun_12_pos_jaga_perlintasan_sebidang_di_sejumlah_titik_rawan_sumut

Pembangunan pos jaga perlintasan sebidang mulai dikerjakan KAI Sumut. (foto: KAI Sumut/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara membangun 12 pos jaga perlintasan sebidang di sejumlah titik rawan di Sumatera Utara (Sumut). Pembangunan tersebut dilakukan untuk memperkuat keselamatan perjalanan kereta api (KA) dan pengguna jalan.

Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program prioritas KAI dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Program prioritasnya membangun 190 pos jaga perlintasan secara nasional dan saat ini sebanyak 12 pos jaga dibangun untuk meningkatkan keselamatan seluruh pengguna,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Mistar, Senin (21/9/2026).

Anwar mengatakan, belasan pos jaga perlintasan sebidang tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumut yang merupakan titik rawan dan perlu ditingkatkan keselamatannya.

Adapun wilayah pembangunan pos jaga tersebut meliputi Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Deli Serdang.

“Jadi tiga pos jaga dibangun di Deli Serdang, Tebing Tinggi maupun di Binjai. Sedangkan di Kota Medan dibangun dua pos jaga baru dan terakhir satu pos di Pematangsiantar,” katanya.

Dirinya mencontohkan salah satu lokasi prioritas pembangunan pos jaga perlintasan sebidang berada di Jalan Raya Pelabuhan, kawasan Pelabuhan Belawan, Kota Medan.

Dijelaskan Anwar, lokasi tersebut merupakan jalan nasional yang memiliki arus kendaraan berat dan beragam truk angkutan barang dengan kondisi lalu lintas yang padat.

“Selain pembangunan pos jaga, akan diletakkan petugas jaga. Pengamanan perjalanan KA dan pengguna jalan lain yang melintasi jalur utama angkutan logistik menuju Pelabuhan Belawan bisa diperkuat,” ujarnya.

Penentuan lokasi pembangunan, dikatakan Anwar, mempertimbangkan berbagai aspek, seperti karakteristik lalu lintas, kondisi teknis perlintasan KA, maupun tingkat aktivitas kendaraan dan masyarakat. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN