Sunday, August 9, 2026
home_banner_first
MEDAN

Jelang HUT ke-81 RI, Dimas Sofani Lubis Ajak Warga Medan Kibarkan Bendera Merah Putih

Mistar.idMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 15.25 WIB
jelang_hut_ke81_ri_dimas_sofani_lubis_ajak_warga_medan_kibarkan_bendera_merah_putih

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis, saat menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kenanga Raya, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. (Foto: Markus/Partai Golkar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis, mengajak masyarakat Kota Medan mengibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026.

Dimas mengatakan, pengibaran bendera Merah Putih bukan sekadar upaya menyemarakkan hari kemerdekaan, tetapi juga sebagai wujud nasionalisme dan rasa syukur atas kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan para pahlawan.

Ajakan tersebut disampaikan Dimas dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kenanga Raya, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (9/8/2026).

"Menjelang HUT ke-81 RI, mari kita kibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah kita. Ini bentuk rasa nasionalisme kita, bentuk rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah kita rasakan," ujar Dimas.

Dilanjutkan Dimas, pengibaran bendera Merah Putih juga merupakan wujud kecintaan warga negara terhadap tanah air, bangsa, dan negara.

"Rasa cinta tanah air merupakan cerminan bahwa kita memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Wawasan kebangsaan yang baik hanya bisa dimiliki jika kita memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila," lanjutnya.

Dimas menambahkan, DPRD Medan telah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan agar wawasan kebangsaan dapat ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

"Wawasan kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita di usia sekolah. Hal ini sudah kita sampaikan kepada Disdikbud Kota Medan," tuturnya.

Sementara itu, dosen FISIP Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Pasaribu, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini mulai kehilangan nilai-nilai luhur Pancasila, salah satunya semangat gotong royong.

"Gotong royong merupakan wujud nyata dari Persatuan Indonesia, sila ketiga Pancasila. Namun, yang terjadi saat ini, kita justru mulai meninggalkan hal itu. Masyarakat Indonesia saat ini mulai sibuk dengan urusan masing-masing," katanya.

Menurut Dadang, sikap individualisme tidak boleh dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Bila masih terus berjalan sendiri-sendiri, bangsa ini akan mudah terpecah belah. Persatuan Indonesia adalah yang utama. Maka, mari kita perkuat persatuan di antara kita tanpa membedakan agama, ras, suku, dan semua hal yang membuat kita menjadi terkotak-kotak," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN