Friday, August 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Fajri Akbar Pasang Badan, Sebut Demokrat Sumut Masih Butuh Lokot Nasution

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 10.33 WIB
fajri_akbar_pasang_badan_sebut_demokrat_sumut_masih_butuh_lokot_nasution

Kader Partai Demokrat sekaligus Anggota DPRD Sumut, Fajri Akbar. (Foto: Dokumentasi pribadi Fajri/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Fraksi Demokrat, Fajri Akbar, menegaskan DPD Partai Demokrat Sumut masih membutuhkan sosok Lokot Nasution dalam memimpin ataupun menakhodai partai biru tersebut.

Hal itu ditegaskannya menyikapi beberapa narasi keliru yang menyudutkan Lokot Nasution dan kerap tidak mendasar berkaitan dengan minimnya waktu dan loyalitas terhadap partai. Pasalnya, ia menegaskan, di bawah kepemimpinan anggota DPR RI itu, Demokrat Sumut saat ini memiliki wajah baru.

"Partai Demokrat Sumut, di bawah kepemimpinan Bapak Lokot Nasution, saat ini benar-benar menunjukkan sosok partai yang lebih fleksibel dan modern," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Ia memandang regenerasi ini sebagai bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Lokot. Ia mencatat komposisi kader Partai Demokrat Sumut saat ini didominasi oleh kaum muda dan generasi milenial yang terus bergabung serta memperkuat struktur partai di tingkat daerah.

Menanggapi tudingan bahwa Lokot lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta, Fajri menegaskan hal tersebut merupakan konsekuensi wajar dari peran Lokot sebagai anggota DPR RI. Namun, ia menekankan kondisi ini tidak menghalangi Lokot untuk menjalankan tugasnya secara efektif sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumut.

"Setiap kali berada di Sumatera Utara, beliau selalu turun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat," tegasnya.

Ia menyatakan pernyataannya didukung oleh bukti nyata. Ia menyebutkan masyarakat dapat melihat sendiri melalui akun media sosial pribadi Lokot Nasution berbagai program yang didanai APBN yang telah diperjuangkan Lokot demi membantu warga Sumut.

Ia menekankan program-program tersebut tidak terbatas pada daerah pemilihan (dapil) spesifik Lokot, yakni Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya, melainkan menjangkau hingga wilayah Langkat dan Sibolga.

"Hal ini menunjukkan Lokot bertindak bukan sekadar sebagai anggota DPR RI yang mewakili dapilnya sendiri, melainkan sebagai wakil bagi Sumut secara keseluruhan. Itulah ciri sejati seorang pemimpin," katanya.

Lebih jauh, ia mengkritik keras narasi yang berusaha membusukkan sosok Lokot Nasution. Menurutnya, narasi tersebut justru menunjukkan kelemahan cara berpikir sebagian kalangan internal yang enggan menerima figur pemimpin berskala nasional, namun tetap peduli pada daerah.

"Kita mengkerdilkan itu dengan cara hanya memilih pemimpin yang berpikir di daerah, tapi belum tentu berbuat untuk daerah. Kali ini kita punya pemimpin yang berpikir nasional, bekerja secara nasional, tapi mampu berpikir untuk daerah, kita malah merongrong atau berusaha merusak beliau. Ini pemikiran yang keliru," ucapnya.

Dari sisi capaian elektoral, ia menuturkan perolehan kursi Demokrat di DPR RI dari Dapil Sumut tetap bertahan di angka empat kursi pada Pemilu terakhir. Sementara di tingkat kabupaten/kota, capaian relatif stabil meski ada penurunan di sejumlah daerah dan peningkatan di daerah lain.

Adapun di DPRD Provinsi Sumut, Fajri mengakui adanya penurunan kursi dari sembilan menjadi lima. Namun, ia meminta publik memahami konteks meninggalnya dua anggota DPRD dari Partai Demokrat sebelumnya, yang menyebabkan proses penyiapan kandidat baru belum sepenuhnya matang saat pemilihan berlangsung.

"Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan Pak Lokot. Saat itu beliau sedang berada dalam masa transisi; beliau baru saja memegang kendali kepemimpinan ketika pemilihan legislatif tiba," tuturnya.

Ia kemudian menyoroti pencapaian Partai Demokrat Sumut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden. Ia mengungkapkan bahwa dari 33 kabupaten/kota di Sumut, 19 wilayah tempat Partai Demokrat mengusung atau mendukung kandidat berhasil memenangkan pemilihan daerah, termasuk pemilihan Gubernur Bobby Nasution.

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Lokot Nasution, Partai Demokrat Sumut juga turut berkontribusi dalam memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden di provinsi tersebut pada Pemilihan Presiden.

"Saya yakin Partai Demokrat di Sumut telah menunjukkan kinerja yang cukup baik di bawah kepemimpinan Pak Lokot Nasution. Jika diberi waktu dan kesempatan lebih, saya rasa pencapaian partai akan meningkat jauh lebih pesat," katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan saat ini Demokrat Sumut berada di posisi lima besar perolehan suara. Ia optimistis, ke depan perahu tempat ia berkelana itu dapat menembus tiga besar di bawah kepemimpinan Lokot Nasution selanjutnya.

“Demi Demokrat Sumut yang nasionalis, religius, dan berbuat jauh lebih baik lagi untuk Sumut. Saya pikir Demokrat Sumut masih sangat membutuhkan sosok Lokot Nasution,” katanya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN