Dari 400 Hektare Sawah, Hanya 30 Persen yang Produktif di Padang Lawas

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, saat menggelar Reses di Desa Hasahatan Julu, Kecamatan Barumun Baru, Kabupaten Padang Lawas. (Foto: Dok. Munir/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Seluas 400 hektare sawah di Desa Hasahatan Julu, Kecamatan Barumun Baru, Kabupaten Padang Lawas, belum sepenuhnya produktif karena beberapa persoalan.
Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Muniruddin Ritonga, menyebutkan dari 400 hektare hanya 30 persen lahan yang dioptimalkan oleh masyarakat. Alasannya karena kurang optimalnya pengairan, akses jalan, hingga pembangunan jembatan yang terbengkalai.
Masalah ini diketahui oleh Muniruddin setelah melaksanakan Reses III Tahun Sidang II 2025–2026 di Desa Hasahatan Julu, Kecamatan Barumun Baru, Kabupaten Padang Lawas, Minggu (18/5/2026).
“Selama ini pengairan sawah di Desa Hasahatan Julu belum optimal. Akibatnya hasil panen masyarakat tidak maksimal. Padahal, ada 400 hektare lahan sawah di wilayah tersebut. Pengairan terhambat karena tidak berfungsinya Bendungan Simanunggang Barumun,” ujarnya pada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, masalah pertanian di Desa Hasahatan Julu sudah seharusnya dituntaskan secepat mungkin karena berkaitan dengan roda ekonomi masyarakat.
“Kami berharap ada pembangunan bendungan baru agar produksi pertanian meningkat,” tuturnya lagi.
Masalah lain yang dihadapi masyarakat adalah pembangunan teras Masjid Taqwa Muhammadiyah, hingga akses jalan.
“Warga berharap berbagai persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah demi mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Hasahatan Julu. Nantinya melalui rapat paripurna ini akan segera kami sampaikan,” ucapnya.
Lebih jauh, Muniruddin mengatakan keberhasilan reses sangat bergantung pada sinergi antara masyarakat dan anggota dewan dalam menyampaikan serta menindaklanjuti aspirasi.
“Saya berharap masyarakat jangan ragu menyampaikan aspirasi. Selama itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, insyaAllah akan saya tindak lanjuti sesuai ketentuan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Hasahatan Julu, Hermedy Aswardi Hasibuan. Dijelaskannya, mayoritas masyarakat di desanya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun, keterbatasan irigasi membuat sebagian besar lahan sawah belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami memiliki sekitar 400 hektare lahan persawahan, tetapi hanya sekitar 30 persen yang dapat dimanfaatkan. Karena itu kami berharap adanya perhatian dan bantuan agar masyarakat petani di desa ini bisa lebih sejahtera,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Mistar. (Ari)





















