Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

BMKG Prediksi Cuaca di Medan Berawan Saat Rukyatulhilal 1 Syawal 1447 Hijriah

Mistar.idKamis, 19 Maret 2026 pukul 14.07 WIB
bmkg_prediksi_cuaca_di_medan_berawan_saat_rukyatulhilal_1_syawal_1447_hijriah

Ilustrasi cuaca berawan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Kota Medan berawan saat rukyatulhilal atau pengamatan bulan untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar hari ini, Kamis (19/3/2026).

"Kondisi cuaca sore dan malam hari nanti untuk Kota Medan diperkirakan berawan," kata prakirawan Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Budi Hutasoit, ketika dihubungi Mistar via sambungan seluler.

Budi menguraikan, cuaca di Kota Medan dan sekitarnya pada hari ini secara umum ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun saat rukyatulhilal, Medan diperkirakan tidak diguyur hujan.

"Secara umum cuaca di Kota Medan pada pagi–siang hari ini terdapat potensi hujan ringan–sedang, sore–malam hari berawan, dan dini hari hujan ringan," tuturnya.

Pihaknya memperkirakan temperatur cuaca di Kota Medan dan sekitarnya pada hari ini berkisar 23–32°C dengan kecepatan 2–6 km/jam. "Suhu berkisar 23–32°C, angin bertiup dari timur ke barat daya dengan kecepatan 2–6 km/jam," ujar Budi.

Lebih jauh, ia menjelaskan pemicu cuaca terik yang melanda wilayah Kota Medan dan sekitarnya beberapa hari terakhir. Kata Budi, hal itu disebabkan minimnya tutupan awan dan ditambah musim kemarau.

"Cuaca terik di Medan pada siang hari akhir-akhir ini karena kurangnya tutupan awan yang disebabkan tidak adanya gangguan atmosfer signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan di Medan. Selain itu juga disebabkan peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau," ucapnya.

Diketahui, rukyatulhilal akan digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Medan sendiri, BMKG bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut) akan melakukan rukyatulhilal di Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumut pada sore nanti.

Pemerintah melalui Kemenag bersama organisasi Islam akan menggelar sidang isbat pada malam hari ini untuk penentuan 1 Syawal atau Idulfitri 1447 Hijriah/2026.

Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), maka Idulfitri akan dirayakan pada Jumat (20/3/2026).

Namun, sebaliknya jika hilal tidak terlihat atau tidak memenuhi kriteria MABIMS, maka 1 Syawal akan jatuh pada Sabtu (21/3/2026) mendatang. Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal pada Jumat (20/3/2026).

Kriteria MABIMS dalam menetapkan bulan baru, yakni suatu hilal dianggap dapat terlihat dan layak ditetapkan sebagai bulan baru apabila ketinggian hilal minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4°. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN