Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Stunting Masih Bisa Diatasi, Asal Ketahuan Sejak Dini

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB
stunting_masih_bisa_diatasi_asal_ketahuan_sejak_dini_

Teks Foto: Ilustrasi, mural stunting.(foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (16/8/2026) – Anak yang mengalami stunting bukan berarti masa depannya selesai. Pertumbuhan dan perkembangannya masih bisa dikejar, asal masalahnya diketahui dan ditangani sejak awal.

Hal ini ditegaskan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, Minggu (16/8/2026).

Pernyataan itu menyusul sorotan Presiden Prabowo Subianto soal stunting dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).

“Stunting bukan berarti pertumbuhan anak sudah tidak bisa diperbaiki. Dengan terapi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak masih dapat dioptimalkan, terutama bila ditemukan dan ditangani sedini mungkin,” kata Erwin.

Deteksi Dini dan Penanganan Komprehensif

Menurut Erwin, mengatasi stunting tidak cukup hanya dengan memberi makan. Harus menyeluruh. Langkahnya meliputi, perbaiki kualitas makanan. Cukup energi, protein, vitamin, dan mineral.

Penuhi protein hewani, terutama untuk MPASI anak usia 6 bulan ke atas, ASI tetap dilanjutkan. Cegah dan obati infeksi, karena infeksi menghambat penyerapan gizi.

Agar tumbuh kembang otak dan motorik anak optimal, pantau pertumbuhan rutin. Ke Posyandu atau puskesmas. “Jadi kata kuncinya, ditemukan sedini mungkin,” tegasnya.

Erwin mengingatkan, orang tua jangan menilai stunting hanya dari penampilan anak yang terlihat kecil atau pendek.

Indikator utamanya adalah tinggi badan menurut usia yang berada di bawah standar WHO.

“Yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan tinggi badan yang tidak mengikuti kurva atau pertambahannya melambat,” ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan orang tua rutin memantau kurva pertumbuhan di Posyandu. Jangan hanya membandingkan anak dengan teman sebayanya.

Tidak Ada Makanan Ajaib Anti StuntingErwin juga meluruskan mitos. Tidak ada satu jenis makanan yang bisa langsung mencegah atau menyembuhkan stunting.

“Prinsipnya sederhana, cukup, beragam, seimbang, aman, dan sesuai usia,” katanya. Menu anak harus bervariasi.

Setelah 6 bulan, MPASI harus padat gizi dan mengutamakan sumber protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan ayam.

Dengan deteksi awal dan penanganan tepat, dampak stunting pada tumbuh kembang anak masih bisa diminimalkan.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN