Dinkes Sumut Ungkap Prevalensi Stunting Triwulan I 2026 Capai 2,43 Persen

Ilustrasi penanganan stunting di wilayah Sumut. (foto: GeminiAI/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berkomitmen menurunkan prevalensi stunting nasional menjadi 17,5 persen pada tahun 2026. Prevalensi stunting Indonesia kini berada di angka 19,8 persen berdasarkan hasil baseline Survei Status Gizi Indonesia 2024.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hery Valona Bonatua Ambarita, turut mengungkapkan prevalensi stunting di Sumut.
"Berdasarkan catatan data yang dimiliki, kasus stunting tahun 2025 menunjukkan prevalensi stunting di Sumut mencapai 2,4 persen," ujarnya kepada Mistar, Jumat (22/5/2026).
Dijelaskan Hery, catatan data prevalensi stunting yang dimiliki Dinkes Sumut berdasarkan Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (Sigizi Kesga) cenderung tidak mengalami kenaikan atau penurunan drastis.
Dirinya juga mengungkapkan data prevalensi stunting di wilayah Sumut yang dimiliki pihaknya pada awal tahun 2026 untuk periode Januari hingga April 2026.
"Prevalensi stunting Sumut sampai dengan triwulan I, yaitu April 2026, tercatat mencapai 2,43 persen dan data tersebut berdasarkan Sigizi Kesga maupun laporan surveilans gizi bulanan," ucapnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Tiga Daerah di Sumut dengan Kasus Stunting Tertinggi























