Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ngaku Anggota Brimob, Pasutri di Siantar Dituding Keroyok Warga dan Hancurkan Mobil

Mistar.idSabtu, 18 Juli 2026 pukul 18.42 WIB
ngaku_anggota_brimob_pasutri_di_siantar_dituding_keroyok_warga_dan_hancurkan_mobil

David Sibarani menjadi korban pengroyokan (foto:abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (18/7/2026)- Aksi koboi jalanan kembali mengguncang Kota Pematangsiantar. Seorang warga bernama David Sibarani (36) dilaporkan menjadi korban kebrutalan pasangan suami istri (pasutri) di kawasan Jalan Volley, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (17/7/2026). Tak hanya babak belur, mobil korban juga ringsek diamuk kedua pelaku.

Kasus dugaan penganiayaan bersama-sama ini kini telah resmi bergulir di meja penyidik Polres Pematangsiantar dengan nomor laporan STTLP/B/432/VII/2026/SPKT/POLRES PEMATANG SIANTAR/POLDA SUMATERA UTARA. Berdasarkan data kepolisian, dua orang yang menjadi terlapor dalam insiden ini adalah pasangan suami istri berinisial HL dan YZ.

Informasi yang dihimpun di Mistar.id menyebutkan, petaka ini sebenarnya dipicu oleh masalah sepele, yakni adu mulut antar-perempuan. David yang berada di lokasi mencoba menenangkan situasi agar keributan tidak melebar.

"Saya bilang, udahlah ini ribut perempuan saja, laki-laki enggak usah ikut campur," kata David kepada Mistar.id Sabtu (18/7/2026)

Namun, niat baik tersebut justru berbuah petaka. Saat hendak beranjak pulang, situasi makin memanas ketika keluarga David dihujani makian dengan kata-kata kotor. Merasa tidak terima, David kembali mendekati terlapor untuk meminta penjelasan.

Belum sempat berdialog, respons agresif justru diterima David. Rambutnya langsung dijambak secara kasar. Dalam kondisi terdesak dan membela diri, David sempat menyemprotkan merica spray ke arah pelaku sebelum akhirnya melarikan diri. Sayang, pelariannya sia-sia karena pasutri tersebut langsung mengejar.

"Saya dijambak lagi. Istrinya ikut menjambak, sementara suaminya memukul saya berkali-kali," aku David dengan wajah lebam.

Hal yang membuat nyali korban ciut adalah ketika sang pria dengan arogan mengklaim dirinya sebagai bagian dari korps elit kepolisian. Saat melakukan penganiayaan, pria tersebut lantang berteriak mengaku sebagai anggota Brimob, meski saat itu ia hanya mengenakan pakaian preman.

"Dia bilang, Aku Brimob. Bahkan sempat menantang untuk membawa pasukan Brimob. Jelas saya makin takut, makanya fokus saya hanya bagaimana caranya bisa lari menyelamatkan nyawa," ungkap David.

Pelarian David berlanjut ke dalam mobilnya. Mengira situasi sudah aman setelah berhasil masuk ke kabin, pasutri tersebut malah makin brutal. Kaca spion kiri mobil korban dipatahkan secara paksa, dan kaca belakang dihantam benda keras hingga hancur berantakan.

Bahkan, sang istri sempat berdiri menghadang di depan moncong mobil demi mencegah korban kabur.

"Saya terpaksa mundur dulu, lalu melaju pelan. Saya tidak ada niat menabrak, hanya ingin menyelamatkan diri. Yang mengejar mobil saya murni hanya mereka berdua," cetusnya.

Akibat pengeroyokan membabi buta tersebut, David mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala. Selain trauma psikologis, kerugian material akibat kerusakan mobilnya ditaksir menembus angka Rp6 juta.

Dalam laporan polisi yang diterbitkan, pasutri ini dibidik dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Satreskrim Polres Pematangsiantar masih melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi.

Sementara itu, redaksi masih terus berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak terlapor (HL dan YZ) guna memberikan ruang klarifikasi yang berimbang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. (*)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN