Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Status Darurat Global Ebola, Menkes: Kita Sudah Mitigasi

Mistar.idSabtu, 23 Mei 2026 pukul 09.27 WIB
status_darurat_global_ebola_menkes_kita_sudah_mitigasi

Ebola. (Foto: Kemenkes)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Status darurat global Ebola yang diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan, termasuk Indonesia. Meski begitu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan sistem mitigasi dan deteksi dini sudah disiapkan untuk menghadapi potensi masuknya virus tersebut.

WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 17 Mei 2026. Status ini sebelumnya juga pernah digunakan saat awal pandemi COVID-19, sehingga menandakan ancaman kesehatan global yang perlu diwaspadai bersama.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Indonesia sudah melakukan langkah antisipasi sejak awal. Menurutnya, kemampuan diagnosis Ebola di dalam negeri kini dinilai cukup siap.

“Tapi kita sudah melakukan mitigasi. Kemampuan kita melakukan diagnosis sudah mumpuni. Kita sudah bisa melakukan diagnosis,” kata Dante di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).

Selain kesiapan laboratorium, pemerintah juga memperketat pengawasan pintu masuk negara melalui karantina dan skrining kesehatan untuk mencegah potensi penyebaran virus dari luar negeri.

Dante menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan setelah WHO mengeluarkan status darurat global tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pada hari yang sama setelah pengumuman WHO, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit langsung menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Balai Kekarantinaan Kesehatan di Indonesia dan menerbitkan surat edaran kewaspadaan Ebola.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi palsu atau hoaks terkait Ebola yang beredar di media sosial.

Menurut Aji, edukasi publik penting dilakukan agar masyarakat memahami karakter penyakit ini secara benar. Ebola dikenal sebagai infeksi virus dengan tingkat fatalitas tinggi, rata-rata mencapai 50 persen.

Ia juga menjelaskan terdapat beberapa strain Ebola yang sering memicu wabah, yakni Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan Bundibugyo Virus Disease (BVD) yang kini berkembang di Kongo.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan terkait perkembangan wabah global tersebut. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN